Kasus Novia Widyasari, Ayang Utriza Yakin Pertanyakan Terkait Pemeriksaan Keterlibatan Keluarga Randy

Kasus Novia Widyasari, Ayang Utriza Yakin Pertanyakan Terkait Pemeriksaan Keterlibatan Keluarga Randy. Novia mengakhiri hidupnya.

Kasus Novia Widyasari, Ayang Utriza Yakin Pertanyakan Terkait Pemeriksaan Keterlibatan Keluarga Randy
Kasus Novia Widyasari, Ayang Utriza Yakin Pertanyakan Terkait Pemeriksaan Keterlibatan Keluarga Randy

INILAHKORAN, Bandung – Akademisi Ayang Utriza Yakin turut mengikuti perkembangan kasus yang mahasiswi cantik asal Mojokerto Novia Widyasari Rahayu (23) yang mengakhiri hidupnya di makam sang ayah.

Namun kali ini, Ayang Utriza Takin mempertanyakan Tindakan Polri terkait adanya keterlibatan orang tua pelaku Randy Bagus Hari Sasongko dan upaya pemaksaan aborsi terhadap Novia Widyasari Rahayu.

Tekait hal itu, Ayang Utriza Yakin kembali bertanya kepada Kapolri Listyo Sigit Prabowo terkait Langkah yang akan dilakukannya dalam menyelidiki keterlibatan orangtua pelaku.

 Baca Juga: Bukan ke Persib, Irfan Jaya Ternyata Bakal Gabung Tim Ini?

Hal itu dipertanyakannya di akun twitter miliknya @Ayang_Utriza, Senin, 6 Desember 2021.

Dia bertanya kepada Kapolri apakah akan memerintahkan Polda Jatim untuk memeriksa keterlibatan keluarga Randy.

“Mohon maaf, izin bertanya: Apakah Bapak Kapolri @DivHumas_Polri Jend. @ListyoSigitP akan memerintahkan Polda Jatim u/ memeriksa keterlibatan kluarga Randy?” tanyanya kepada Kapolri di Twitter.

Selain itu, dia menanyakan terkait akankah memerintahkan Polda Jatim untuk memeriksa Kapolres dan Propam yang mengabaikan laporan almarhumah Novia Widyasari Rahayu.

 Baca Juga: Gegara Gol Injury Time, Sang Pelatih Meninggal Dunia

“Juga memeriksa Kapolres & Propam yg mengabaikan laporan alm. NW?” tanyanya lagi.

Hal itu ditanyakannya karena menurut Ayang Utriza Yakin bahwa rakyat menginginkan reformasi di internal Polri.

“Bapak, rakyat ingin melihat reformasi internal Polri,” pungkas Akademisi yang mengajar di Universitas Katolik Leuven, Belgia.

Diberitakan sebelumnya, Kasus Novia Widyasari tengah ramai diberitakan. Pasalnya, Mahasiswa Universitas Brawijaya ini dikabarkan bunuh diri di samping makam ayahnya di Mojokerto Jawa Timur pada hari kamis lalu 2 Desember 2021. Sang mantan kekasih, Randy terancam hukuman 5 tahun penjara.

 Baca Juga: Tak Hanya UMK 2022, Perusahaan di Kabupaten Bandung Didesak Berlakukan Struktur dan Skala Upah

Randy Bagus Hari Sasongko adalah orang yang diduga berada di balik kasus bunuh diri yang dilakukan Novia. Novia dikabarkan mengalami depresi berat karena Randy tidak mau bertanggungjawab atas kehamilannya.

Randy Bagus yang merupakan anggota polisi bertugas di polres Pasuruan itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan tengah ditahan di Polda Jawa Timur.

Dari hasil pemeriksaan tim gabungan Polda Jawa Timur, Bripda Randy Bagus ini pernah dengan sengaa meminta Novia Widyasari untuk melakukan aborsi sebanyak dua kali.

 Baca Juga: UPDATE, Korban Letusan Gunung Semeru Bertambah, Ini Rinciannya!

"Terdapat suatu bukti bahwa selama korban berpacaran dari Oktober 2019 hingga Desember 2021 sudah melakukan tindakan aborsi, yang dilakukan pada Maret 2020, dan kedua pada Agustus 2021," tutur Wakapolda Jatim Slamet Hadi dikutip Inilahkoran dari akun resmi Polres Trenggalek Minggu 5 Desember 2021.

Hadi menambahkan bahwa saat ini kepolisian telah mengamankan Randy Bagus.

"Tersangka Randy Bagus mengaku, ini bukanlah kabar pertama tentang kehamilan Novia yang dia terima. Sebelumnya Novia juga sempat memberi tahu bahwa dia hamil sebanyak dua kali," ujarnya.

 Baca Juga: SMA dan SMK di Jabar Kini Bisa Pelajari Pencak Silat

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Polres Mojokerto, Bripda Randy Bagus Hari Sasongko dikenakan pasal 7 dan 11 terkait kode etik kepolisian dan akan diberi hukuman terberat yakni Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Selain itu, Randy Bagus juga akan dijerat dengan pasal 348 KUHP juncto pasal 55 KUHP tentang sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin dengan ancaman maksimal lima tahun penjara.

"Kita sepakat, akan kita jalankan dan kita terapkan pada siapapun anggota yang melakukan. Siapapun yang melakukan pelanggaran kita terapkan ini," tegas Hadi.***


Editor : inilahkoran