• Selasa, 25 Januari 2022

Pakar Unpad: Banjir Lahar Dingin Merupakan Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Erupsi Gunung Semeru

- Senin, 6 Desember 2021 | 16:17 WIB
Pakar Unpad mengatakan banjir lahar dingin merupakan dampak cuaca ekstrem terhadap erupsi Gunung Semeru.
Pakar Unpad mengatakan banjir lahar dingin merupakan dampak cuaca ekstrem terhadap erupsi Gunung Semeru.

INILAHKORAN, Bandung - Nana Sulaksana berteori, banjir lahar dingin yang terjadi itu akibat Erupsi Gunung Semeru itu dampak cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah itu.

Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) itu mengatakan, dampak cuaca ekstrem dari Erupsi Gunung Semeru itu diakibatkan adanya dua gaya yang bekerja, yaitu endogen dan eksogen. Gaya endogen terjadi dari aktivitas magma yang mendorong material vulkanik naik ke permukaan, sedangkan gaya eksogen diakibatkan hujan ekstrem.

Menurutnya, material vulkanik yang tertumpuk di kubah secara langsung bersentuhan dengan air. Akumulasi material tersebut kemudian dialirkan dan hanyut ke bawah melalui lembahan dan sungai-sungai. Akibatnya, banjir lahar dingin sebagai dampak cuaca ekstrem itu mampu menyapu kawasan di lembahan Erupsi Gunung Semeru.

Baca Juga: PVMBG Pastikan Status Gunung Semeru Masih Level Waspada, Ancaman Bahaya Awan Panas Masih Mengintai

“Kalau tidak ada hujan, maka seluruh material yang keluar sifatnya belum langsung menjadi lahar. Ini karena musim hujan, kebetulan hujan besar, material yang teronggok di atas terkena air, dan hanyut ke sungai,” kata Nana Sulaksana, Senin 6 Desember 2021.

Dia menjelaskan, letusan atau Erupsi Gunung Semeru itu miliki karakter sendiri. Sebab, setiap kompleks gunung berapi di Indonesia memiliki dapur magmanya tersendiri.

“Antara satu gunung api dengan yang lain sebenarnya berbeda. Karena itu, karakternya juga berbeda karena kandungannya berbeda,” ujarnya.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, BNPB Kirimkan Bantuan untuk Para Korban di Pengungsian

Dilihat dari tipe letusan, berdasarkan hasil penelitian dan historisnya Gunung Semeru secara spesifik memiliki erupsi yang besar. Setelah itu, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut kemudian akan tertidur kembali.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X