Musibah Longsor Gunung Lio Sisakan Trauma bagi Warga Sekitar

Tanjakan curam berkelok dengan kanan kiri jurang di kawasan Gunung Lio juga ancaman longsor dan pohon tumbang hantui pengendara

Musibah Longsor Gunung Lio Sisakan Trauma bagi Warga Sekitar
Kawasan Gunung Lio tak hanya ditakuti karena tanjakan curam dan berliku tetapi juga ancaman longsor

INILAHKORAN,Brebes- Tanjakan curam berkelok dengan kanan kiri jurang di kawasan Gunung Lio ternyata bukan satu-satunya alasan jalur tersebut disebut sebagai jalur berbahaya.

Disamping itu, Gunung Lio juga merupakan daerah rawan longsor dan pohon tumbang. Ancaman-ancaman tersebut menjadikan daerah Gunung Lio menjadi jalur yang ditakuti para pengendara baik roda dua maupun roda empat.

Ketakutan warga sekitar maupun pengendara luar daerah yang melintas di Gunung Lio terhadap longsor bukan tanpa alasan. Pasalnya, pada 2018 lalu, longsor dahsiat terjadi di jalur tersebut hingga menyebabkan 18 orang meninggal dunia.

Baca Juga: Jalur Gunung Lio, Tanjakan Curam dan Mitos Larangan Melintas bagi Pengantin Baru

Seperti diketahui longsor nasional terjadi di Gunung Lio pada Kamis 22 Februari 2018 lalu, sekitar pukul 08.00 WIB.

Longsor terjadi tepatnya di kawasan Pegunungan Lio, hutan produksi milik Perhutani BKPH Salem petak 26, RPH Babakan, KPH Pekalongan Barat, wilayah Desa Pasir Panjang Kecamatan Salem.

Musibah tersebut merenggut 18 korban jiwa. Menurut data 14 jenazah ditemukan dan teridentifikasi, sedangkan 4 lainnya belum ditemukan.

Baca Juga: Bantu Pemudik di Jalur Curam Gunung Lio, Satkoryon Banser Salem Berjaga Siang Malam

Material longsor menutup areal seluas kurang lebih 16,8 hektar (kurang lebih 1,5 juta meter kubik), dengan kedalaman bervariasi dari 5-20 meter.
Longsor juga memutus Jalan Raya Provinsi Banjarharjo-Salem sepanjang kurang lebih sepanjang 520 meter.

Musibah itulah yang juga menyisakan trauma bagi mereka yang hendak melintas terutama warga yang jarang melintas Gunung Lio.***


Editor : inilahkoran