Diguyur Hujan Deras, Akses Jalan di Cikalongwetan Nyaris Putus karena Longsor

Curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu terjadinya longsor, salah satunya di Cikalongwetan.

Diguyur Hujan Deras, Akses Jalan di Cikalongwetan Nyaris Putus karena Longsor
Curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu terjadinya longsor, salah satunya di Cikalongwetan.

INILAHKORAN, Ngamprah - Curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) memicu terjadinya longsor, salah satunya di Cikalongwetan.

Seperti yang terjadi di Kampung Tagog RT 02/03 Desa Ciptagumati, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kasi Trantrib Kecamatan Cikalongwetan, Pipin Irawan mengatakan, kejadian longsor itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB saat hujan deras turun di wilayah tersebut pada Sabtu 25 Juni 2022.

Baca Juga: Kuatkan Brand The City of Sport and Tourism, Pemkab Bogor Gelar Fun Bike Bogor

Ia menyebut, tak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut. Namun, jalan lingkungan nyaris terputus dan alira sungai tertutup material tanah longsor.

"Hujan deras turun dari pukul dua siang, longsor terjadi karena tanah di lokasi labil. Yang rusak jalan lingkungan nyaris putus dan tak bisa dilewati," katanya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, jalan di lingkungan tersebut menjadi akses warga sekitar untuk menuju ke jamban umum. Selain itu, jalan tersebut juga menjadi aksea warga sehari-hari untuk ke kampung lain ataupun ke lahan pertanian.

Baca Juga: PKS Jabar Targetkan 100 Ribu Donor Darah Hingga 2025 Mendatang

"Akibat longsor yang terjadi, akses warga kini jadi terkendala karena harus mengambil jalan memutar," jelasnya.

Ia menyebut, longsor tebing itu setinggi kurang lebih 18 meter dan lebar 15 meter dimana material tanah menutup saluran sungai yang ada di bawahnya.

Selain itu, longsor itu bedampak terhadap dua kepala keluarga (KK) yang rumahnya berdekatan dengan titik longsor, karena posisinya terancam.

"Mereka adalah keluarga Didin Sahidin (35) sebanyak empat jiwa, pondasi bangunan rumahnya terancam tergerus. Serta rumah milik Amar (60) ada tiga jiwa, yang terancam jika terjadi longsor susulan," sebutnya.

Baca Juga: Lirik Lagu​​ ​ Aku Yang Hancur Aku Yang Mengalah – Badai Romantic Project

Ia mengaku, pihaknya khawatir dengan kondisi aliran sungai yang tertutup material tanah.

"Soalnya air bisa meluber jika tidak bisa mengalir dengan lancar," ujarnya.

Tak hanya itu, sambung dia, warga juga diingatkan bahaya longsor susulan yang bisa terjadi jika hukan turun, karena kontur tanah masih labil.

Baca Juga: Tips Memakai Masker Wajah yang Benar, Supaya Kulit Jadi Glowing

"Upaya yang kami lakukan membantu warga membereskan pohon-pohon yang menghalangi aliran sungai agar tidak banjir ke lahan pertanian. Serta meminta warga tetap waspada akan ancaman longsor susulan," pungkasnya.*** (agus satia negara).
Area lampiran


Editor : inilahkoran