Setelah Gagal di Piala Presiden 2022, Ini yang Bakal Dilakukan Robert Alberts bersama Persib

Persib dan PSS harus melanjutkan pertandingan ke babak gol-golan yang berujung kekalahan untuk Maung Bandung.

Setelah Gagal di Piala Presiden 2022, Ini yang Bakal Dilakukan Robert Alberts bersama Persib
Setelah Gagal di Piala Presiden 2022, Ini yang Bakal Dilakukan Robert Alberts bersama Persib

INILAH KORAN, Bandung – Langkah Persib Bandung di turnamen Piala Presiden 2022 harus terhenti setelah dikalahkan PSS, tadi malam.

Berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat Soreang, Kabupaten Bandung, Persib ditaklukan PSS melalui drama adu penalti, pada Jumat 1 Juli 2022.

Kedua tim hanya bisa bermain imbang di dua kali 45 menit waktu norma yang berakhir dengan skor 1-1.

Baca Juga: Hati-Hati MU, Chelsea Bisa Tikung dapatkan Frenkie de Jong dari Barcelona

Hasil itu yang memaksa Persib dan PSS harus melanjutkan ke babak gol-golan yang berujung kekalahan untuk Maung Bandung.

Pada babak adu penalti tersebut, dari empat penendang penalti, dua di antaranya masuk dan dua lainnya gagal.

Sementaran, empat penendan dari PSS sukses menceploskan bola ke gawang yang dijaga Fitrul Dwi Rustapa. Kemenangan pun diraih PSS dengan skor 4-2.

Baca Juga: Dipinjam dari Roma, AC Milan Permanenkan Alessandro Florenzi

Setelah kegagalan ini, pelatih Persib Robert Albert mengungkapkan bahwa halsil ini merupakan hasil positif dimana Maung Bandung bisa punya banyak waktu persiapan di Liga 1.

"Sekarang, kami memiliki waktu yang cukup untuk bisa mempersiapkan diri menghadapi Liga. Itu adalah hal positif," kata Robert dikutip dari laman resmi Persib.

Robert mengakui tim asuhannya tampil tak cukup agresif dalam melakukan penyerangan. Bahkan, timnya tertinggal lebih dulu oleh gol Boaz Salossa di menit 53.

Meskipun, gelandang Pangeran Biru, Marc Klok sempat membuat keadaan kembali imbang 1-1 di menit 85. Langkah Persib harus terhenti di babak perempat final.

"Di babak pertama, kami tidak membuat banyak peluang, tidak menusuk dari sayap dan membuat situasi berbahaya di dalam kotak penalti lawan. Di babak kedua, kami juga tidak cukup baik dalam menguasai bola," tandasnya.***


Editor : inilahkoran