Pertamina Imbau Masyarakat Gunakan BBM Kendaraan Sesuai Anjuran Pabrikan

Pertamina mengimbau agar masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan spesifikasi dan peruntukan yang telah ditentukan pabrikan kendaraan. 

Pertamina Imbau Masyarakat Gunakan BBM Kendaraan Sesuai Anjuran Pabrikan
Area Manager Wilayah Jabar Pertamina Fahrizal Imadudin mengatakan, penggunaan BBM sesuai anjuran itu untuk menjaga performa serta mencegah terjadinya efek negatif dari penggunaan BBM yang tidak sesuai kebutuhan kendaraan.

INILAHKORAN, Soreang - Pertamina mengimbau agar masyarakat menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sesuai dengan spesifikasi dan peruntukan yang telah ditentukan pabrikan kendaraan

Area Manager Wilayah Jabar Pertamina Fahrizal Imadudin mengatakan, penggunaan BBM sesuai anjuran itu untuk menjaga performa serta mencegah terjadinya efek negatif dari penggunaan BBM yang tidak sesuai kebutuhan kendaraan.

"Ketika kita beralih atau gonta-ganti jenis BBM, maka campuran adiktif pada Pertamax itu tidak akan bekerja maksimal. Saran kami gunakanlah BBM yang sesuai kebutuhan kendaraannya, itu bisa dilihat di buku panduan atau pada tutup tangki. Dimana kebutuhan minimal oktanya dituliskan, kalau oktannya lebih tinggi itu lebih baik," kata Fahrizal Imadudin usai menyerahkan penghargaan kepada Polresta Bandung di Soreang, Jumat 23 September 2022.

Baca Juga : Mantap! Kopi Gununghalu Kini Tembus Eropa, Amerika, dan Timur Tengah, Diekspor Mandiri Pertama Kali

Lantaran hal itu, kata Imadudin, dengan sering berganti jenis BBM, dikhawatirkan membawa efek negatif pada kendaraan. Termasuk, merasakan bahwa Pertalite saat ini lebih cepat habis alias boros. Padahal, dari sisi produksi BBM itu Pertamina sama sekali tidak menurunkan kualitas produknya.

"Wilayah se Indonesia Raya itu tentunya mengikuti standar dari Dirjen Migas. Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo dan lainnya tidak mengalami perubahan spesifikasi dan standar mutu BBM yang dipasarkan di dalam negeri. Jadi kalau dikatakan ada penurunan kualitas itu tidak benar karena semua sudah sesuai standar," ujarnya.

Soal antrean kendaraan terurama motor yang lebih panjang, Imadudin mengakuinya. Jika itu terjadi akibat adanya perpindaahan, dari sebelumnya menggunakan Pertamax, kini beralih ke Pertalite yang harganya jauh lebih rendah. Untuk masalah ini, pihaknya masih menghitung persentasenya.

Baca Juga : Dari Jutaan Warganya, Disdukcapil KBB Sebut Baru 7.303 Orang yang Menggunakan Digital ID 

"Selain itu, kami juga sedang menerapkan digitalisasi. Penerapan digitalisasi ini sudah disosialisasikan dan diterima dengan baik oleh masyarakat Bandung. Soal apakah harus ditambah dispenser untuk melayani pengendara motor, itu akan menjadi bahan evaluasi kami," katanya.*** (rd dani r nugraha)


Editor : donramdhani