• Senin, 6 Desember 2021

Imron Cuek Soal Penolakan Rekom Ayu dan Mantan Sopir Sunjaya

- Minggu, 26 Juli 2020 | 10:15 WIB
Bupati Cirebon Imron Rosyadi. (Maman Suharman)
Bupati Cirebon Imron Rosyadi. (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon - Sembilan orang yang pernah mengikuti fit and proper test Wakil Bupati (Wabup) Cirebon, menolak pencalonan Ayu Tjiptaningsih sebagai Wabup Cirebon.

Tidak itu saja, mereka juga menolak munculnya nama Cunadi, yang kabarnya sama-sama mendapatkan rekom menjadi Cawabup Cirebon. Cunadi yang juga mantan sopir Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadi dinilai tidak tepat karena sama sekali tidak mengikiti proses penjaringan di DPC-PDIP Kabupaten Cirebon.

Surat pernyataan penolak pencalonan itu dibuat tanggal 21 Juli 2020. Sembilan orang yang menolak, memang ada juga kader DPC -PDIP Kabupaten Cirebon yang pernah mengikuti fit and proper tes. Mereka adalah Ade Riyaman, Moch Carkim, Karna, Robun, Nur Asyik, Sutrija, Sudrajat, A. Qoyim dan Suherman. 

"Sebagai kader intinya kita menerima siapa saja. Tapi saya pribadi, cenderung mempertanyakan apakah benar rekom Wabup itu turun ke Ayu dan Cunadi. Karena selama ini kan hanya katanya. Imron sebagai bupati dan ketua DPC juga tidak pernah mau memperlihatkan bukti asli rekomnya," kata Ade Riyaman, Minggu (26/7/2020).

Ade menjelaskan, sebetulnya penolakan tersebut pada prinsipnya bukan pembangkangan terhadap keputusan DPP. Namun, lebih kepada ketidak percayaan kepada Imron terkait masalah rekom. Harusnya, jangan katanya katanya saja, terkait yang sudah mendapatkan rekom. Sementara kader PDIP, Setda Kabupaten Cirebon dan pihak dewan sampai saat ini belum melihat langsung bentuk fisiknya.

"Ya kalau Ayu dan Cunadi yang dapat rekom, buka kepada kami. DPRD Kabupaten Cirebon juga tidak ada yang tahu. Justru dengan begitu, akan menjadi bola liar," ungkapnya.

Khusus untuk Cunadi, Ade mengaku heran tentang siapa yang menghembuskan nama tersebut. Ujug-ujug, Cunadi muncul dan dinyatakan mendapat rekom dengan Ayu. Padahal, sama sekali dia tidak pernah mengikuti fit and proper test seperti yang lainnya. Didesak apakah dirinya menolak pencalonan Ayu, secara pribadi Ade menjawab Iya.

"Saya tidak membangkang terhadap keputusan partai. Saya secara pribadi menolak Ayu dan Cunadi karena alasan sederhana. Kan masih banyak kader PDIP yang mempunya kualitas yang mumpuni. Kenapa harus mereka," terangnya.

Terpisah, Bupati Cirebon, Jumat kemarin mengaku tidak ambil pusing dengan adanya penokan tersebut. Menurutnya, mau setuju mau tidak, bukan menjadi persoalan besar. Yang penting bagaimana secepatnya dewan segera melakukan pemilihan wakil bupati. Imron memastikan, bahwa benar yang mendapatkan rekom dari DPP untuk Wabup Cirebon adalah Ayu dan Cunadi.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Vaksinasi Lansia di Garut Mencapai 60,6 Persen

Minggu, 5 Desember 2021 | 10:18 WIB

Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan ke Yayasan ODGJ Tambun

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:47 WIB

Lima Sembuh, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Menurun

Jumat, 3 Desember 2021 | 09:51 WIB

Ribuan Buruh Pabrik Rokok Peroleh BLT dari DBHCHT

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:10 WIB
X