• Selasa, 28 September 2021

Bupati Rudy: Garut Siap Tekan Penyebaran Klaster Keluarga

- Kamis, 17 September 2020 | 20:10 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan saat Apel Kesiapsiagaan Relawan Covid-19 di Lapang Setda Kabupaten Garut, Kamis (17/9/2020).  (Zainulmukhtar)
Bupati Garut Rudy Gunawan saat Apel Kesiapsiagaan Relawan Covid-19 di Lapang Setda Kabupaten Garut, Kamis (17/9/2020).  (Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Kabupaten Garut menyatakan siap menekan angka pertumbuhan penyebaran kasus Covid-19 klaster keluarga dan tenaga kerja khususnya aparat sipil negara (ASN).
Hal itu disampaikan Bupati Garut Rudy Gunawan saat Apel Kesiapsiagaan Relawan Covid-19 di Lapang Setda Kabupaten Garut, Kamis (17/9/2020). 

Rudy mengatakan, kini, pihaknya memokuskan penghentian peningkatan klaster keluarga agar tidak menjadi klaster rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), ataupun di satu wilayah desa, atau kecamatan.

“Jadi sebelumnya, ada empat keluaraga yang positif Covid-19 dengan jumlah tiga anggota setiap keluarganya. Sekarang kan ada klaster keluarga ? Makanya kita  stop supaya tidak melebar menjadi klaster rukun tetangga sampai yang lebih besar. Makanya kita buat relawan seperti ini,” ujarnya.

Menurut Rudy, relawan Covid-19 (dari pegawai SKPD Pemkab Garut) yang sudah dibentuk itu bertugas melaksanakan penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dengan konsentrasi di tiga titik dengan melibatkan Satpol PP, TNI, Polri, serta melaksanakan edukasi dan sosialisasi di titik zona merah Kabupaten Garut. Relawan diterjunkan ke daerah kumuh dan terpencil untuk pelaksanaan tugas tersebut.

Jumlah keluarga menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Kabupaten Garut sendiri berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Garut hingga per 13 September 2020 mencapai sebanyak 34 kasus. Sebanyak 16 kasus klaster keluarga di antaranya diketahui masih aktif.

Sedangkan jumlah ASN di lingkungan Pemkab Garut tertular Covid-19 hingga 9 September 2020 tercatat mencapai sebanyak empat orang. 

Pada Apel Kesiapsiagaan itu, Rudy tak menyinggung secara khusus bagaimana kesiapan Garut menekan angka penyebaran Covid-19 pada klaster tenaga kesehatan. Padahal mereka merupakan kelompok rentan terpapar, dan jumlah penularannya di Garut cukup mengkhawatirkan. (Zainulmukhtar)
Hingga 9 September 2020, jumlah tenaga kesehatan di Garut terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai sebanyak 28 orang. Terdiri atas dokter, perawat, bidan, ahli teknologi laboratorium medik (ATLM), dan pegawai administrasi.
Saat ini, ada sekitar 4.000 hingga 5000-an tenaga kesehatan bertugas di berbagai fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Garut yang setiap saat menghadapi ancaman terpapar Covid-19.(zainulmukhtar)
 

Editor: Bsafaat

Terkini

Kata Intani Jawa Barat Kudu Jadi Lumbung Pangan nasional

Senin, 27 September 2021 | 09:20 WIB
X