• Senin, 20 September 2021

Tadinya Rp132 M, Dinas PU Purwakarta Hanya Kebagian Rp12 Miliar

- Minggu, 11 Oktober 2020 | 12:45 WIB

INILAH, Purwakarta – Dinas PU, Bina Marga dan Pengairan (DPUBMP) Kabupaten Purwakarta, hanya diberi jatah Rp 12 miliar dari anggaran daerah untuk pembangunan infrastruktur. Anggaran sebesar itu, akan dimaksimalkan untuk kegiatan peningkatan jalan, termasuk membangun jembatan sementara pengganti jembatan bodem yang ambruk beberapa waktu lalu.

Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Purwakarta, Ryan Oktavia menuturkan, pembangunan infrastruktur selama ini menjadi salah satu program prioritas Pemkab Purwakarta. Hanya saja, karena tahun ini sedang terjadi pandemic, program pembangunan ini menjadi sedikit terhambat.

“Tahun ini, atau sebelum mewabahnya Covid-19, di dinas kami sudah terencana 17 program dan 177 kegiatan. Salah satunya, menyangkut penataan infrastruktur. Namun, karena terjadi pandemic, ya pada akhirnya kami harus turut melakukan rasionalisasi anggaran,” ujar Ryan kepada INILAH, akhir pekan kemarin.

Sebenarnya, lanjut dia, di tahun ini pihaknya mengusulkan anggaran untuk program infrastruktur ini sekitar Rp 200 miliar. Namun, yang disepakati saat itu di angka Rp 132 miliar. Itupun, bukan hanya bersumber dari APBD kabupaten saja. Melainkan akumulasi dari bantuan provinsi dan dana alokasi khusus (DAK) dari pusat. Untuk anggaran yang bersumber dari kabupaten, itu di angka Rp 54,3 miliar. Sisanya, banprov dan DAK.

Namun, angka-angka itu pun sirna setelah Covid-19 mewabah dan menghancurkan tatanan ekonomi Negara. Karena, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan infrastruktur inipun dengan terpaksa harus bergeser. Alhasil, dari alokasi anggaran yang disiapkan sebelumnya ini hanya tinggal menyisakan 8 persen dari total anggaran yang sudah terencana itu.

“Sekarang, alokasi anggaran dari APBD kabupaten untuk infrastruktur itu ada di angka Rp 12 miliar. Artinya, hanya tinggal 8 persennya saja dari anggaran yang sebelumnya sudah terencana itu,” kata dia.

Ryan menjelaskan, untuk alokasi anggaran Rp 12 miliar ini, akan digunakan untuk peningkatan beberapa titik jalur kabupaten, termasuk membangun jembatan sementara. Untuk jalur yang ditingkatkan ini, di antaranya jalur Cikopo-Cilandak, Cibungur-Dangdeur, Margasari-Cikolotok dan jalur alternative Cipinang-Cikadu.

“Ada tujuh titik jalur yang akan dibenahi, termasuk satu jembatan penghubung. Rinciannya, Rp 7 miliar untuk peningkatan jalan, Rp 5 miliar untuk pembangunan jembatan,” tambah dia.

Terkait pengerjaan pembangunan jembatan dan peningkatan jalan ini, pihaknya kembali berkolaborasi dengan unsur TNI. Yakni, melalui program karya bakti. Pengerjaan protek tersebut, rencananya akan dimulai pertengahan Oktober ini.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Terkini

Bupati Cirebon Imron Diperiksa KPK, Cek Begini Faktanya

Minggu, 19 September 2021 | 12:03 WIB

Bertambah 1, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Berjumlah 57

Jumat, 17 September 2021 | 17:01 WIB
X