• Senin, 6 Desember 2021

Waduk Jatiluhur Dibuka Lagi, Ini Keluhan Pengunjung

- Senin, 12 Oktober 2020 | 12:10 WIB

INILAH, Purwakarta – Eksotika Waduk Ir Djuanda (Jatiluhur), Kabupaten Purwakarta, sampai saat ini masih memiliki daya tarik yang luar biasa bagi para pelancong. Meskipun, di kabupaten kecil ini, terdapat banyak tempat wisata yang tak kalah menarik lainnya.

Sejak awal Agustus kemarin, kawasan wisata di bendungan buatan yang luasnya mencapai 8.300 hektare itu sudah bisa kembali dinikmati, setelah sebelumnya sempat ditutup akibat wabah Covid-19. Ditutupnya lokasi ini, bukan tanpa alasan. Tapi, hal itu lebih ke pencegahan penyebaran corona lebih masif.

Sesaat setelah dibuka kembali, hampir setiap akhir pekannya para pelancong berbondong-bondong untuk menikmati wisata di lokasi ini. Wajar saja, karena dengan ditutupnya obyek wisata ini beberapa bulan lalu, tentu mengundang kerinduan bagi warga yang hobbi traveling.

Animar (34) warga Kabupaten Karawang mengaku, dirinya merupakan salah satu penikmat traveling. Waduk Jatiluhur, selama ini menjadi salah satu tujuan favoritnya. Setiap akhir pekan, dia bersama keluarganya kerap menyempatkan diri untuk datang ke lokasi ini sekedar menikmati suasana alam yang asri nan eksotis di lokasi ini atau sekedar bermalam.

“Lokasi ini menjadi objek wisata favorit kami bersama keluarga. Suasana alamnya masih asri, bikin tenang,” ujar Animar kepada INILAH, Senin (12/10/2020).

Namun, pascadibuka kembali lokasi ini untuk wisatawan, suasananya menjadi sangat berbeda. Saat ini, banyak menjamur pedagang liar di sekitaran danau yang membuat suasana di lokasi menjadi tidak nyaman. Dirinya menyesalkan, karena seolah-olah ada pembiaran dari pihak pengelola.

“Saat ini suasananya berbeda. Lebih banyak pedagang liarnya ketimbang pengunjung. Bukannya risih sih, cuma jadi terlihat kumuh saja. Harusnya ditata atau gimana gitu biar rapi. Jangan dibiarkan. Supaya pengunjung bisa tetap nyaman,” seloroh dia.

Selain itu, Animar mengaku, selama berwisata ke Jatiluhur pihaknya pun baru ‘ngeuh’ ternyata di lokasi itu juga banyak terdapat yang menyerupai warung remang-remang. Bahkan, saat jalan-jalan malam hari ke sekitar danau, di seberang jalan ada banyak warung dengan penerangan minim dan musik cukup keras.

“Saya coba masuk, ternyata warung itu juga menjual sejenis minuman keras. Ada juga beberapa wanita berpakaian seksi. Kata warga sekitar sih memang ada sejenis tempat karaoke gitu. Tapi gak tahu persis juga,” jelas dia.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Terkini

Vaksinasi Lansia di Garut Mencapai 60,6 Persen

Minggu, 5 Desember 2021 | 10:18 WIB

Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan ke Yayasan ODGJ Tambun

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:47 WIB

Lima Sembuh, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Menurun

Jumat, 3 Desember 2021 | 09:51 WIB

Rudy Gunawan Sebut Angka Kemiskinan di Garut Naik

Kamis, 2 Desember 2021 | 16:00 WIB

Ribuan Buruh Pabrik Rokok Peroleh BLT dari DBHCHT

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:10 WIB
X