• Minggu, 28 November 2021

4 Relawan Kemanusiaan Muhammadiyah Dianiaya Saat Aksi Tolak Omnibus Law

- Rabu, 14 Oktober 2020 | 13:20 WIB
Istimewa
Istimewa

INILAH, Garut- Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyesalkan terjadinya aksi penganiayaan terhadap empat relawan kesehatan Muhammadiyah belum lama ini.

Keempat relawan tersebut melakukan pemantauan keadaan di sekitar kantor PP Muhammadiyah Jalan Menteng Raya 62 Jakarta Pusat ketika berlangsung demonstrasi penolakan terhadap RUU Omnibus Law di Jakarta pada 13 Oktober 2020.

MDMC pun meminta penjelasan dari Polda Metro Jaya atas insiden tersebut, dan meminta aparat kepolisian tetap profesional dan melindungi relawan kemanusiaan yang bertugas di lapangan.

Namun begitu, MDMC pun meminta segenap relawan Muhammadiyah yang bertugas untuk tidak terprovokasi dan memercayakan penanganan pada Pimpinan; serta meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh keadaan, menghindari terjadinya kekerasan, menghindari pengabaian protokol kesehatan yang berlaku pada pandemi Covid-19.
Hal itu disampaikan MDMC melalui Pernyataan Pers bernomor 418/1.16/C/2020 diterima INILAH, Rabu (14/10/2020).

Dalam pernyataan pers bercap dan ditandatangani Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan dan Sekretaris Arif Nur Kholis itu diceritakan pula kronologi kejadian menimpa keempat relawan kemanusiaan Muhammadiyah korban aksi brutal aparat kepolisian itu. 

Relawan Muhammadiyah bergerak dalam kegiatan demonstrasi pada Selasa (13/10/2020) dalam koordinasi LPB PP Muhammadiyah/MDMC. Relawan digerakkan untuk mengantisipasi kebutuhan layanan kesehatan bagi pihak-pihak yang membutuhkan perawatan, baik dari sisi demonstran, aparat maupun warga terdampak kegiatan.

Selepas maghrib, relawan ditugaskan di depan Apartemen Fresher Menteng yang bersebelahan dengan kantor PP Muhammadiyah di Menteng Raya Nomor 62 untuk memantau situasi dan bersiap bila ada jatuh korban yang harus dievakuasi dan dibantu Tim Kesehatan Muhammadiyah.

Berselang beberapa saat, datang rombongan Resmob Polda Metro dari arah Hotel Treva Cikini langsung menyerang relawan dan beberapa warga yang ada di halaman Apartemen Fresher Menteng. 

Sebanyak empat relawan MDMC yang bertugas dengan seragam bertuliskan "Relawan Muhammadiyah" ditabrak dahulu dengan sepeda motor oleh polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh, relawan diseret ke dalam mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang. 

Relawan yang diseret ke arah mobil polisi berhasil diminta rekan-rekannya untuk tidak dibawa dan kemudian dirawat Tim Kesehatan Muhammadiyah. 
Saat ini, keempat relawan berasal dari MDMC Bekasi itu dilarikan ke RSU Cempaka Putih untuk ditangani lebih lanjut.(zainulmukhtar)

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Why, Dewan Ancam Laporkan Sekdis DPKPP ke APH

Jumat, 26 November 2021 | 20:00 WIB

8.000 Guru Honorer di Garut Masuk Dapodik

Kamis, 25 November 2021 | 22:26 WIB

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB

Kasus Naik, RS di Garut Kembali Rawat Pasien Covid-19

Kamis, 25 November 2021 | 15:51 WIB
X