• Sabtu, 18 September 2021

Kasus Penganiayaan Relawan MDMC Berlanjut ke Ranah Hukum

- Rabu, 14 Oktober 2020 | 17:07 WIB

INILAH, Garut - Kasus dugaan penganiayaan terhadap empat relawan kemanusiaan Muhammadiyah oleh aparat kepolisian di sekitar kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Jakarta Pusat berpotensi berlanjut ke ranah hukum.

Hal itu tampak dari edaran dikeluarkan Lembaga Penanggulangan Bencana Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Muhammadiyah Disaster Management Center/MDMC) pada Selasa (14/10/2020).

Pada edaran bernomor 001/EDR/I.16/B/2020 ditandatangani Ketua MDMC PP Muhammadiyah Budi Setiawan dan Sekretaris Arif Nur Kholis ditujukan kepada Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) Pimpinan Muhammadiyah se-Indonesia, dan LPB Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Indonesia itu disebutkan, kejadian menimpa relawan Muhammadiyah yang bertugas dalam koordinasi MDMC pada 13 Oktober 2020 di sekitar kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jalan Menteng Raya 62 Jakarta Pusat sudah menjadi perhatian dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam hal itu menjadi perhatian Ketua PP Muhammadiyah membidangi hukum Busro Muqoddas untuk membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.

Karenanya, sebagaimana dalam pernyataan pers MDMC sebelumnya, seluruh pimpinan di tingkat Pimpinan Wilayah (PWM) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta relawan Muhammadiyah seluruh Indonesia untuk tidak terprovokasi dan tetap menjalankan tugas kerelawanan dalam tugas kemanusiaan dan kebencanaan. 

Apalagi, dalam situasi dan kondisi menghadapi kedaruratan bencana alam yang terus berpotensi meningkat di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini.

Kasus menimpa empat relawan kemanusiaan Muhammadiyah bermula ketika relawan dalam koordinasi LPB PP Muhammadiyah/MDMC ditugaskan di depan Apartemen Fresher Menteng yang bersebelahan dengan kantor PP Muhammadiyah di Menteng Raya Nomor 62. Hal itu untuk memantau situasi dan bersiap bila ada jatuh korban yang harus dievakuasi dan dibantu Tim Kesehatan Muhammadiyah dalam kegiatan demonstrasi pada Selasa (13/10/2020).

Berselang beberapa saat selepas maghrib, datang rombongan Resmob Polda Metro dari arah Hotel Treva Cikini langsung menyerang relawan dan beberapa warga yang ada di halaman Apartemen Fresher Menteng. 

Sebanyak empat relawan MDMC yang bertugas dengan seragam bertuliskan "Relawan Muhammadiyah" ditabrak dahulu dengan sepeda motor oleh polisi, kemudian dipukul. Setelah terjatuh, relawan diseret ke dalam mobil sambil dipukul dengan tongkat dan ditendang. 

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Bertambah 1, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Berjumlah 57

Jumat, 17 September 2021 | 17:01 WIB
X