• Minggu, 28 November 2021

9.204 Jiwa Terdampak Banjir dan Longsor Garut Selatan

- Minggu, 18 Oktober 2020 | 15:00 WIB
Ilustrasi (zaenulmukhtar)
Ilustrasi (zaenulmukhtar)

INILAH, Garut - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut masih terus mengidentifikasi kerusakan dan nilai kerugian dampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah selatan Kabupaten Garut pada 12 Oktober 2020.

Hingga per 16 Oktober 2020, tercatat ada sebanyak 2.964 kepala keluarga (kk) setara 9.204 jiwa tersebar di 44 desa di enam kecamatan terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah selatan Kabupaten Garut. Keenam kecamatan tersebut yakni Kecamatan Pameungpeuk, Cikelet, Cibalong, Peundeuy, Cisompet, dan Kecamatan Banjarwangi.

Sebanyak 271 KK di antara yang terdampak bencana tersebut mengungsi. Di Kecamatan Pameungpeuk, banjir terjadi di delapan desa, yaitu di Desa Mancagahar, Mandalakasih, Jatimulya, Pameungpeuk, Sinarbakti, Bojongkidul, Paas, dan Bojongkaler.

Di Kecamatan Cikelet, banjir melanda enam desa, yaitu Desa Pamalayan, Cikelet, Cigadog, Tipar, Cijambe, dan Desa Ciroyom). Di Kecamatan Cikelet juga terjadi bencana longsor di empat desa, yaitu di Desa Cikelet, Linggamanik, Pamalayan, dan Cijambe. Ditambah satu kejadian pergerakan tanah di Desa Cikelet.

Di Kecamatan Cibalong, banjir terjadi di delapan desa, yaitu di Desa Karyamukti, Karyasari, Najatan, Mekarwangi, Mekarsari, Sagara, Maroko, dan Desa Mekarmukti.

Di Kecamatan Peundeuy, tanah longsor terjadi di enam desa, yaitu di Desa Saribakti, Purwajaya, Peundeuy, Toblong, Sukanagara, dan Desa Pangrumasan.

Di Kecamatan Cisompet, tanah longsor terjadi di sebelas desa, yaitu di Desa Cikondang, Neglasari, Sukanagara, Sindangsari, Depok, Cisompet, Sukamukti, Cihaurkuning, Margamulya, Jatisari, dan Desa Panyindangan.

Di Kecamatan Banjarwangi, bencana pergerakan tanah terjadi di satu desa, yaitu Desa Banjarwangi. "Jadi, hasil pendataan, banjir itu di 22 desa di tiga kecamatan, dan longsor berikut pergerakan tanah di 22 desa di empat kecamatan," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Garut TB Agus Sopyan.

Bencana banjir dan longsor itu juga mengakibatkan sebanyak 1.141 unit bangunan rumah rusak. Sebanyak 203 unit rumah di antaranya rusak berat, 297 unit rusak sedang, dan 641 unit rusak ringan. Sedangkan bangunan rumah terendam mencapai sebanyak 2.488 unit.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Terkini

Why, Dewan Ancam Laporkan Sekdis DPKPP ke APH

Jumat, 26 November 2021 | 20:00 WIB

8.000 Guru Honorer di Garut Masuk Dapodik

Kamis, 25 November 2021 | 22:26 WIB

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB

Kasus Naik, RS di Garut Kembali Rawat Pasien Covid-19

Kamis, 25 November 2021 | 15:51 WIB
X