• Kamis, 21 Oktober 2021

Bupati Garut Tuding Pesantren Tak Patuhi Protokol Kesehatan

- Senin, 26 Oktober 2020 | 21:20 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan. (zainulmukhtar)
Bupati Garut Rudy Gunawan. (zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, beberapa pondok pesantren di Kabupaten Garut masih tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes). Akibatnya di sana terjadi penularan dan penyebaran Covid-19.

Kondisi seperti itu dibuktikan dengan terpaparnya sebanyak 114 dari 154 santri di pesantren di Desa Sukarasa Kecamatan Pangatikan baru-baru ini.

"Itu baru di satu titik. Itu juga baru laki-lakinya saja. Perempuannya belum tahu. Nah, kami melihat bahwa protokol kesehatan ini tidak dilaksanakan," kata Rudy usai rapat terbatas dengan jajaran SKPD Pemkab Garut di Pendopo, Senin (26/10/2020)

Dia menyebutkan, salah satu bukti prokes tidak dilaksanakan yaitu tidak adanya pembatasan penempatan jumlah santri dengan kapasitas ruangan tidur (kobong, Sunda).  

"Mereka tidur tiga (meter) kali tiga (meter) (diisi) sepuluh orang. Diceklah ke lapangan !" katanya dengan kesal.
Padahal, menurut Rudy, pihaknya sudah melakukan sosialisasi protokol kesehatan melalui Kementerian Agama

Kabupaten Garut yang merupakan bagian dari Gugus Tugas Percepatanan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut. Sebab status pesantren atau madrasah itu tidak dalam kewenangan pemerintah daerah atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melainkan di Kementerian Agama.

Rudy menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan penutupan terhadap pesantren/madrasah selama prokesanya dilaksanakan.

Rudy pun kembali mengingatkan semua pihak termasuk pesantren-pesantren untuk mematuhi prokes. Sebab prokes dengan tiga M, Memakai Masker, Mencuci Tangan Pakai Sabun, dan Menjaga Jarak, itu wajib dilaksanakan, sesuai Undang Undang kekarantinaan maupun Peraturan Presiden dan Peraturan Menteri Kesehatan. 

"Saya ada bukti-buktinya. Di beberapa tempat di mana ratusan orang bertempat tinggal. Sehingga sekarang dikhawatirkan kalau perempuannya saja 200 (orang), kami siap 150 lagi sekarang outbreak (terjadi peningkatan luar biasa angka kasus positif Covid-19)," ujarnya.(zainulmukhtar)
 

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X