• Senin, 20 September 2021

Gubernur Sarankan Pesantren Tutup Dulu

- Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:00 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Garut-Angka positif Covid-19 di Kabupaten Garut kembali bertambah signifikan menjadi sebanyak 679 kasus dengan terkonfirmasinya sebanyak 53 warga terpapar Covid-19 asal Kecamatan Pangatikan, Tarogong Kidul, dan Kecamatan Bayobongbong, Rabu (28/10/2020).

Penambahan kasus baru positif Covid-19 tersebut didominasi klaster pesantren dari Desa Sukarasa Kecamatan Pangatikan mencapai sebanyak 49 orang. Sisanya tiga orang dari Kecamatan Tarogong Kidul, dan satu orang asal Kecamatan Bayongbong.

Namun begitu, berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut seperti disampaikan Koordinator Humas Muksin, terdapat perkembangan cukup menggembirakan dengan bertambahnya pasien sembuh dari Covid-19 sebanyak 16 orang asal delapan kecamatan. Sehingga total pasien sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Garut bertambah menjadi sebanyak 372 orang.

Hingga pukul 23.30 WIB, tercatat, ada sebanyak 292 pasien positif Covid-19 masih dalam isolasi perawatan di rumah sakit. 

Di sela kunjungannya ke Garut, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil didampingi Wagub UU Ruzhanul Ulum dan Wabup Garut Helmi Budiman menyempatkan mengunjungi Pesantren Cipari yang banyak penghuninya terpapar Covid-19 di Desa Sukarasa Kecamatan Pangatikan. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menyarankan sebaiknya kegiatan di pesantren tersebut dihentikan sementara hingga diketahui jelas gambaran pemetaan penyebaran Covid-19 yang terjadi sebenarnya. Kendati, peluang tingkat kesembuhan mereka yang terpapar Covid-19 di lingkungan pesantren tersebut terbilang cukup tinggi. 

“Kalau dari data statistik, data yang sembuh itu banyak sekali. Ya, rata-rata 80 persen, dan ini kan anak-anak. Biasanya tidak ada komorbid atau penyakit bawaan. Jadi, akan sembuhnya jauh lebih besar. Tapi apapun itu, mohon dihitung kembali, kalau memang bisa, dihentikan dulu sementara sampai jelas petanya !" kata pria akrab disapa Kang Emil itu. 

Dia juga menitip pesan pada kepala desa agar dilakukan juga tes skrining Covid-19 di lingkungan sekitar pesantren. Bukan hanya terhadap mereka yang berada di dalam pesantren. 

Sebagai bentuk perhatiannya, Emil juga memberikan bantuan kepada pesantren yang terkenal dengan masjid bersejarah Al Syura yang berarsitektur mirip gedung gereja itu berupa uang dan pengetesan beberapa santri.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Terkini

Bupati Cirebon Imron Diperiksa KPK, Cek Begini Faktanya

Minggu, 19 September 2021 | 12:03 WIB

Bertambah 1, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Berjumlah 57

Jumat, 17 September 2021 | 17:01 WIB
X