• Senin, 6 Desember 2021

Melejit, Positif Covid-19 diKecamatan Pangatikan Tembus 169 Kasus

- Senin, 2 November 2020 | 20:20 WIB
Ilustrasi/Zainulmukhtar
Ilustrasi/Zainulmukhtar

INILAH, Garut- Penularan virus Sars-Cov2 atau Covid-19 di Kabupaten Garut masih terus terjadi dengan jumlah penambahan volume kasus harian berfluktuatif dan sebaran bertambah meluas di 34 dari 42 kecamatan. 

Data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menunjukkan, hingga 1 November 2020, dari total jumlah positif Covid-19 sebanyak 720 kasus itu terbanyak ditemukan di wilayah Kecamatan Pangatikan. Jumlah positif Covid-19 di kecamatan tersebut mencapai sebanyak 169 kasus, melampaui jumlah kasus positif Covid-19 di kecamatan kawasan perkotaan yang sebelumnya mendominasi kasus positif Covid-19, seperti Kecamatan Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Garut Kota, Karangpawitan, dan Kecamatan Cilawu.

Jumlah kasus positif Covid-19 di Kecamatan Pangatikan melejit menyusul ditemukannya penularan virus pada klaster pesantren di Pesantren Cipari Desa Sukarasa. Sedikitnya 114 santri di sana terpapar Covid-19. 

Sedangkan kasus positif Covid-19 di Kecamatan Torogong Kidul terakhir terdata sebanyak 53 kasus, di Kecamatan Tarogong Kaler sebanyak 36 kasus, Karangpawitan sebanyak 30 kasus, Garut Kota sebanyak 45 kasus, dan di Kecamatan Cilawu sebanyak 73 kasus.

Kecamatan yang juga melejit penambahan kasus positif Covid-nya dengan dominasi klaster pesantren yakni Kecamatan Balubur Limbangan yang kini menempati urutan keempat terbanyak terdapat kasus positif Covid-19 setelah Kecamatan Pangatikan, Cilawu, dan Kecamatan Tarogong Kidul. Kasus positif di Kecamatan Balubur Limbangan sendiri tercatat mencapai sebanyak 48 kasus.

Hal cukup menggembirakan, setelah diisolasi perawatan di rumah sakit selama beberapa hari, kini, berangsung-angsur para santri terpapar Covid-19 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Sayangnya, tidak ada keterangan dari pihak GTPP Covid-19 Kabupaten Garut mengenai pola penularan maupun awal mula penularan virus di kalangan pondok pesantren di Garut tersebut. Apakah berkaitan aktivitas penghuni yang keluar masuk pesantren, lemahnya protokol kesehatan dalam mengawasi keluar masuk tamu termasuk orang tua santri, kurangnya sarana fasilitas untuk pencegahan Covid-19, atau hal lainnya. 

"Belum ada info dari petugas,". Hanya itu yang terucap dari Koordinator Humas GTPP Garut Muksin tentang persoalan tersebut, Senin (2/11/2020). 

Sedangkan Bupati Garut Rudy Gunawan selaku Ketua GTPP Covid-19 Garut sebelumnya menegaskan penularan Covid-19 pada klaster pesantren terjadi akibat pesantren bersangkutan tak menerapkan protokol kesehatan. 

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Vaksinasi Lansia di Garut Mencapai 60,6 Persen

Minggu, 5 Desember 2021 | 10:18 WIB

Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan ke Yayasan ODGJ Tambun

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:47 WIB

Lima Sembuh, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Menurun

Jumat, 3 Desember 2021 | 09:51 WIB

Rudy Gunawan Sebut Angka Kemiskinan di Garut Naik

Kamis, 2 Desember 2021 | 16:00 WIB

Ribuan Buruh Pabrik Rokok Peroleh BLT dari DBHCHT

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:10 WIB
X