• Minggu, 24 Oktober 2021

Jaga Jarak, Kunci Cegah Covid-19 yang Masih Terabaikan

- Senin, 9 November 2020 | 17:30 WIB
Foto: Zainulmukhtar
Foto: Zainulmukhtar

"Dibandingkan laki-laki, ternyata perempuan lebih banyak mempraktikkan tiga perilaku kunci ini," kata Risang.

Dia menyebutkan, persepsi serta perilaku terkait Covid-19 itu juga berbeda-beda di setiap daerah/kota. Begitu juga terkait status sosial tingkat pengeluaran ekonominya.

Atas kondisi seperti itu, UNICEF Communications Development Specialist Rixky Ika Safitri mengatakan, diperlukan strategi spesifik bagi masing-masing kota, kelompok umur dan gender untuk bisa mengarahkan perubahan perilaku akan pencegahan Covid-19 dengan pendekatan pentaheliks. 

"Pengetahuan makin baik, perilaku makin baik. Kalau perilaku makin baik maka kondisi makin baik," ujarnya.

Survei menggunakan data collectio proses dengan 22 pertanyaan dan wawancara tatap muka di rumah. Pengumpulan data dilakukan Agustus 2020 dengan responden terpilih random sebanyak 2.000 sampel, berusia 15-65 tahun dari semua status sosial ekonomi. Lokasi survei meliputi Kota Medan, Jakarta plus Bodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Pada bagian lain terpisah, berkaitan masih banyaknya masyarakat abai akan perilaku kunci jaga jarak,  Satgas Sub Bidang Sosialisasi Perubahan Perilaku BKKBN Dwi Listyawardani menyarankan kampanye perilaku kunci 3 M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak harus diubah menjadi memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun. Ajakan terhadap masyarakat untuk menjaga jarak harus lebih diintensifkan. 

"Masih ada masyarakat tak percaya Covid-19. Sehingga informasi Covid-19 harus intens disampaikan ke masyarakat untuk mendukung perubahan perilaku !" ingatnya lagi. (Zainulmukhtar)

Halaman:

Editor: donramdhani

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB
X