• Selasa, 26 Oktober 2021

Masih Tinggi, Investasi di Purwakarta Tak Terganggu Pandemi Covid-19

- Kamis, 12 November 2020 | 14:15 WIB

INILAH, Purwakarta – Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purwakarta mengatakan, wabah Covid-19 tak terlalu berdampak signifikan terhadap investasi di wilayah ini. Justru, ada kenaikan pada investasi tersebut, baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalan negeri (PMDN).

“Selama masa pandemi ini investasi di Purwakarta cenderung stabil,” ujar Kepala DPMPTSP Kabupaten Purwakarta Muchamad Nurcahya kepada INILAH di kantornya, Kamis (12/11/2020).

Nurcahya menuturkan, setiap tahunnya nilai investasi di wilayahnya cenderung naik. Pada 2018 misalnya, realisasi nilai investasi tersebut mencapai Rp56,5 triliun dari target Rp48 triliun. Sedangkan, untuk 2019 realisasinya itu di angka Rp62,7 triliun dari target yang ditetapkan sebesar Rp55 triliun.

“Nilai investasi ini, merupakan akumulasi dari realisasi invenstasi PMA dan PMDM. Setiap tahun, kenaikannya rata-rata di angka 11 persen dari target. Sedangkan untuk 2020 ini, sampai September kemarin, realisasi investasi Purwakarta sudah di angka Rp67,5 triliun. Artinya, ada kenaikan dari tahun sebelumnya,” jelas dia. 

Menurut dia, salah satu yang mendongkrak kenaikan realisasi investasi ini yakni akan adanya kawasan industri baru. Kawasan industri ini, berada di Kecamatan Babakan Cikao. Luas lahan yang dibutuhkan untuk kawasan ini mencapai 1.200 hektare.

“Pembangunan Kawasan Industri Multi Optima Sejahtera (KIMOS) ini luasnya 1.200 ha. Itu meliputi lima desa Kecamatan Babakancikao, yakni Desa Hegarmanah, Babakancikao, Mulyamekar dan Cigelam,” kata dia.

Saat ini, progresnya sudah pada tahapan pembebasan lahan dan pengerasan. Adapun yang telah dibebaskannya, mencapai 90 persennya. Sisanya, dalam proses balik nama. Dengan adanya kawasan industri baru ini, rencananya mampu menampung sekitar 5.000 perusahaan. Estimasinya, satu perusahaan membutuhkan minimal satu hektare lahan. Sedangkan, untuk penyerapan tenaga kerjanya, dibutuhkan lebih dari 100 ribu jiwa.

“Purwakarta diuntungkan dengan adanya kawasan industri baru ini. Meskipun, perusahaan yang akan berdiri di kawasan itu, mayoritas merupakan perusahan padat modal,” ujarnya.

Dia menambahkan, salah satu perusahaan yang sudah mengincar kawasan baru ini, yakni Wings Grup. Kawasan ini, nantinya bisa terhubung langsung dengan jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Selatan.

Halaman:

Editor: donramdhani

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB
X