• Sabtu, 18 September 2021

BPBD Cianjur Tuntaskan Penanganan Bencana di Sejumlah Wilayah

- Rabu, 18 November 2020 | 11:30 WIB
Antara Foto
Antara Foto

INILAH, Cianjur- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, menilai penanganan banjir, longsor dan pohon tumbang di sejumlah titik di Cianjur, selama dua hari terakhir tuntas dilakukan.

Kondisi di masing-masing wilayah sudah berangsur normal, terutama ruas jalan yang sempat terputus akibat pohon tumbang sudah dapat dilalui kembali dari dua arah.

"Penanganan jalan terhambat akibat pohon tumbang di jalur utama Cipanas-Cianjur, sudah tuntas, sehingga dapat dilalui normal dari Cianjur atau sebaliknya dari Cipanas, termasuk jalur utama Cianjur menuju selatan tepatnya di Kecamatan Cibeber, juga sama sudah normal dilalui kendaraan," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi di Cianjur, Selasa (17/11).

Upaya evakuasi pohon tumbang melibatkan sejumlah dinas terkait di Cianjur, provinsi dan pusat, untuk memudahkan evakuasi menggunakan mesin pemotong dan alat berat serta truk dam untuk membawa potongan pohon. Sehingga saat ini kedua jalur sudah bersih dan dapat dilalui normal, namun pengendara yang melintas diimbau tetap waspada terutama saat hujan turun deras.

Sedangkan penanganan banjir dan longsor di lima kecamatan, Sukanaraga, Tanggeung, Cijati, Leles dan Agrabinta, sudah tuntas dilakukan.

Sebagian besar warga yang mengungsi sudah kembali ke rumahhya masing-masing dan mulai membersihkan lumpur sisa banjir.

Air yang sempat mengenangi perkampungan di lima kecamatan sudah surut, namun warga tetap diimbau waspada dan mengungsi jika melihat tanda alam akan terjadi bencana alam susulan.

"Sampai hari ini, curah hujan masih tinggi di sebagian besar wilayah Cianjur. Berbagai bencana dapat terjadi kapapun, sehingga warga diimbau waspada dan mengungsi jika hujan turun deras dengan intensitas lama. Kami siagakan seluruh relawan di 32 kecamatan, sebagai upaya antisipasi dan segera melakukan mitigasi," katanya.

Ia menjelaskan seribuan relawan tangguh bencana (Retana) di masing-masing kecamatan, bertugas melakukan pemetaan dan mitigasi hingga evakuasi warga, jika melihat tanda alam akan terjadinya bencana, longsor, banjir dan pergerakan tanah di wilayahnya.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Terkini

Bertambah 1, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Berjumlah 57

Jumat, 17 September 2021 | 17:01 WIB
X