• Sabtu, 23 Oktober 2021

Wali Kota Probolinggo Berguru Konsep Metrologi ke Purwakarta

- Kamis, 19 November 2020 | 14:15 WIB
Foto: Asep Mulyana
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta - Nama Ceu Ati saat ini lagi ngehits di Kabupaten Purwakarta. Terutama, di kalangan pedagang. Bahkan, namanya menjadi ikonik untuk sebutan Purwakarta di Kementerian Perdagangan.

Tapi jangan salah, Ceu Ati ini bukan nama gadis cantik atau kembang desa yang menunggu pangeran berkuda datang. Melainkan, singkatan dari cek ukuran akurasi timbangan (Ceu Ati). Saat ini, program tersebut jadi ikon terbaru di wilayah terkecil kedua di Jabar ini.

Program ini diinisiasi langsung tim yang berada di lingkungan UPTD Metrologi Legal pada Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan Perindustrian setempat. Nama Ceu Ati, kebetulan hampir mirip dengan nama kepala dinasnya, yakni Karliati Djuanda atau akrab disapa Ati.

Ceu Ati sendiri merupakan relawan yang terdiri dari emak-emak dan sengaja dibentuk untuk ditugaskan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang akan berbelanja, termasuk kepada para pedagang di pasar. Tak hanya itu, merek pun terus mengkampanyekan pentingnya timbangan yang pas.

Beberapa waktu lalu, Kementerian Perdagangan mengapresiasi program tersebut. Bahkan, program dan inovasi yang sudah berjalan di Purwakarta bisa dijadikan parameter sebuah daerah agar menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia. Contohnya, berbicara daerah tertib ukur.

Nama Ceu Ati terbukti sudah sangat terkenal di nusantara. Buktinya, Wali Kota Probolinggo Hadi Zaenal Arifin rela datang jauh-jauh ke Purwakarta hanya untuk mengetahui lebih jauh soal Ceu Ati. Hadi dan jajarannya ingin mengenal lebih dalam tentang program tersebut, untuk diterapkan di daerahnya.

“Kami sangat mengapresiasi program ini. Kami juga sengaja melakukan kunjungan, untuk belajar tentang program kemetrologian ke Purwakarta. Di sini ada Ceu Ati, ini sangat luar biasa,” ujar Hadi selepas kunjungan kerja ke Purwakarta, Kamis (19/11/2020).

Hadi mengaku, konsep mentrologi yang sudah berjalan di Purwakarta sudah sangat bagus. Makanya, pihaknya akan meniru program metrologi yang digulirkan dan telah berjalan baik di Kabupaten Purwakarta ini. Terlebih, kedepan banyak agenda yang disiapkan di daerahnya. Semisal pembangunan pelabuhan.

“Sangat tepat kami berkunjung ke sini. Makanya, konsep metrologi di sini akan kita terapkan di sana. Ini bagian dari persiapan kita menghadapi agenda-agenda yang telah terencana itu. Misalnya, agenda pengembangan industri dengan membuat pelabuhan terbesar di Jatim,” pungkasnya.

Halaman:

Editor: donramdhani

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB
X