• Jumat, 22 Oktober 2021

Warga Usir Tempat Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 Kluster PLTU Cirebon

- Minggu, 22 November 2020 | 15:00 WIB
Foto: Maman Suharman
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon -  Warga Desa Sutawinangun Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon keberatan dengan langkah PLTU Cirebon. Pasalnya, pihak PLTU seenaknya memilih Hotel Qintani yang dijadikan tempat isolasi mandiri bagi puluhan karyawan yang positif Covid-19. 

Melihat ha itu, warga setempat akhirnya mengusir secara paksa puluhan karyawan yang sedang melakukan isolasi mandiri.

"Saya dapat laporan dari kecamatan. Memang Sabtu kemarin warga mendatangi Hotel Qintani. Mereka keberatan karena wilayah mereka dijadikan tempat isolasi pasien  Covid-19," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan, Minggu (22/11/2020).

Dia menjelaskan, adanya penolakan warga tersebut kuat dugaan karena pihak PLTU awalnya tidak melakukan koordinasi dengan aparatur kecamatan dan desa setempat. Kalau saja ada sosialisasi atau minimal koordinasi, maka kejadiannya tidak seperti itu. 

"Saya dapat laporan dari Camat Kedawung, memang ada pengusiran. Ini karena awalnya tidak ada koordinasi. Kalau Satgas tidak salah, karena begitu ada yang positif rencana PLTU mau mencari tempat isolasi ya urusan mereka," ungkap Alex.

Namun, kata Alex, seharusnya saat kedatangan karyawan yang hendak diisolasi itu pihak PLTU menghubungi tim satgas, minimal tingkat kecamatan. Namun dari hasil laporan, mereka datang sore hari tanpa memakai APD, termasuk petugas hotel juga hanya menggunakan masker. 

"Begitupun saat mereka diusir warga pada malam harinya. Informasi yang kami dapat, mereka langsung meninggalkan hotel tanpa pengawalan satgas. Sama sekali tidak ada yang memakai APD," jelas Alex.

Sementara itu, Anggota Bidang Komunikasi Publik Tim Satgas Kabupaten Cirebon Nanan Abdul Manan menjelaskan, ada laporan dari pihak desa bahwa Hotel Qintani dijadikan tempat isolasi mandiri untuk 28 karyawan. Sayangnya, pihak desa mengaku kecewa karena sebelumnya tidak ada sosialisasi dari PLTU Cirebon. Bagaimanapun, koordinasi diharuskan karena pasti ada gejolak dimayarakat.

"Kan kejadian ini akhirnya ada gejolak. Kalau Pemkab Cirebon awalnya mengaspresiasi PLTU menyewa tempat untuk isolasi. Tapi kenapa berjalan sendiri. Kalau sudah begini, Pemkab juga yang repot," kata Nanan.

Halaman:

Editor: donramdhani

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X