• Sabtu, 18 September 2021

Awas Klaster Keluarga dan Nakes, Merebak di Pameungpeuk dan Sekitarnya

- Sabtu, 28 November 2020 | 18:15 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Garut-Sejumlah kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Garut semula relatif aman dari penularan Covid-19, kini mulai direpotkan dengan merebaknya penyebaran virus tersebut. 

Satu per satu, kasus positif Covid-19 muncul di setiap kecamatan di wilayah selatan Garut, mulai Kecamatan Cibalong berbatasan Kabupaten Tasikmalaya, Kecamatan Caringin berbatasan Kabupaten Cianjur hingga Kecamatan Cisewu berbatasan Kabupaten Bandung. Hanya Kecamatan Mekarmukti, satu-satunya kecamatan di wilayah selatan Garut bahkan se-Kabupaten Garut yang tak ada laporan temuan kasus positif Covid-19.

Terakhir, berdasarkan laporan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Garut, Jum'at (27/11/2020), temuan kasus baru positif Covid-19 di selatan Garut melonjak di Kecamatan Pameungpeuk sebanyak 14 kasus, disusul Kecamatan Cibalong sebanyak tujuh kasus, Cisompet sebanyak lima kasus, cikelet sebanyak dua kasus, Bungbulang satu kasus, dan Kecamatan Peunduey satu kasus.

Total jumlah kasus positif Covid-19 di Kecamatan Pameungpeuk sendiri mencapai sebanyak 18 kasus, Cibalong sebelas kasus, Cisompet tujuh kasus, Cikelet tujuh kasus, Bungbulang dua kasus, dan Kecamatan Peundeuy satu kasus.

Ditengarai pelonjakan kasus positif Covid-19 di wilayah selatan, khususnya Kecamatan Pameungpeuk dan sekitarnya terjadi pada klaster keluarga dan tenaga kesehatan. RSUD Pameungpeuk yang merupakan rumah sakit terbesar di wilayah selatan Garut pun mesti ditutup sementara waktu karena adanya kasus penularan Covid-19 tersebut.

"Ada klaster tenaga medis di RSUD Pameungpeuk dan klaster keluarga. Yang positif diisolasi di RSUD Pameungpeuk dan di rumah masing-masing," kata Camat Cisompet yang juga Ketua GTPP Covid-19 Cisompet Rahmat Alamsyah, Sabtu (28/11/2020).

Berkaitan kasus penularan Covid-19 di daerahnya, Rahmat menyebutkan, pihaknya terus melakukan berbagai langkah penanganan. Selain pemeriksaan swab terhadap warga, juga dilakukan penyemprotan desinfektan, dan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya pelaksanaan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19. 

"Saat ini, kita sedang melaksanakan rapat koordinasi Satgas Covid-19 Kecamatan, dan Desa untuk persiapan pelaksanaan tracing dan tracking," imbuhnya.

Dia juga sempat menegaskan, kasus penularan Covid-19 di daerahnya tak berkaitan dengan keluar masuknya banyak orang pasca banjir bandang dan longsor beberapa waktu itu.

Halaman:

Editor: JakaPermana

Terkini

Bertambah 1, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Berjumlah 57

Jumat, 17 September 2021 | 17:01 WIB
X