• Kamis, 28 Oktober 2021

Pemkab Cirebon Konsisten Dorong Profesionalisme Wartawan

- Minggu, 29 November 2020 | 21:45 WIB

BUPATI Cirebon, Imron Rosyadi berkomitmen untuk  terus mendorong profesionalisme wartawan. Karenanya, Imron pun sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Angkatan 2 dan  3 PWI Cirebon dan Angkatan 39 dan 40 PWI Jabar.

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi mengapresiasi pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang digelar PWI Cirebon selama dua hari, Sabtu (28/11) hingga Minggu (29/11).

Menurut Imron, UKW merupakan eksistensi jurnalis supaya lebih diakui publik. Disamping itu, dalam melaksanakan tugas kewartawanan, harus memiliki standar kompetensi yang memadai.  "UKW ini sebagai tempat untuk memfilter, apakah mereka sudah bisa disebut kompeten atau belum. Tidak sembarangan dan tidak mudah untuk menjadi wartawan, karena banyak proses yang harus dilalui," kata Imron, saat membuka UKW, pada salah satu hotel berbintang di Cirebon, Sabtu (28/11/2020)

Imron menjelaskan, profesi wartawan sendiri, sangat berhubungan erat dengan kepentingan publik. Hal itu  karena, wartawan bisa masuk diposisi apa saja dan bisa masuk kemana saja.. dengan kondisi semacam itu, mau tidak mau wartawan harus dibekali dengan pengetahuan dan aturan yang sudah ditetapkan.

"Kalau boleh diibaratkan, wartawan itu seperti pengawal kebenaran dan keadilan. Mereka juga sebagai kontrol kebijakan pemerintah. UKW ini menjadi alat ukur profesionalitas wartawan. Standar kompetensi ini bertujuan untuk menjaga kehormatan pekerjaan wartawan dan bukan untuk membatasi hak asasi warga menjadi wartawan," katanya.

Imron menilai, pada era modern ini, banyak bermunculan media dan oknum yang mengatasnamakan wartawan. Mereka melakukan kegiatan kewartawanan tanpa mengindahkan kode etik jurnalistik. Selain itu, legalitasnya pun diragukan. Hal tersebut tentunya akan mencoreng nama baik wartawan dan media di mata masyarakat.

"Untuk itu guna mencapai standar kompetensi, Pemkab Cirebon melalui Diskominfo memfasilitasi kegiatan UKW yang berlangsung selama dua hari. Wartawan yang belum UKW dinilai belum memiliki kompetensi sesuai standar kompetensi yang diverifikasi dewan pers," jelas Imron.

Disisi lain, Imron juga melihat kompetensi wartawan berkaitan dengan kemampuan intelektual dan pengetahuan umum. Justru,  dalam kompetensi wartawan melekat pemahaman tentang pentingnya kemerdekaan berkomunikasi, berbangsa, dan bernegara yang demokratis. Dia menilai, kompetisi wartawan tidak hanya meliputi kemampuan dalam mengolah kata dan bahasa serta penulisan berita, namun juga harus memahami etika dan hukum pers.

"Seorang pewarta dapat dikatakan profesional jika dalam pengolahan informasi tersebut dapat melalui beberapa tahapan. Dikatakan intelejen juga bisa. Mereka kan mencari, memperoleh, menyimpan, mengolah, memiliki, dan membuat hingga menyiarkan berita," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Terkini

Retana Siap Grak Jika Terjadi Bencana di Cianjur

Rabu, 27 Oktober 2021 | 22:30 WIB
X