• Jumat, 22 Oktober 2021

Wisuda 130 Lulusan, Sekda Sumedang Siapkan AKJJ di 270 Desa

- Jumat, 11 Desember 2020 | 16:15 WIB

INILAH,Sumedang,- Akademi Keluarga Jabar Juara (AKJJ) Kelas 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang dihelat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Sumedang resmi mewisuda 130 lulusannya pada 10 Desember 2020. Prosesi wisuda dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Herman Suryatman di Balai Penyuluhan Keluarga Berencana Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang.

Turut hadir mendampingi antara lain Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Kusmana, Kepala DPPKB Kabupaten Sumedang Ani Gestapiani, dan Analis Pengembangan Program Bina Anak Direktorat Bina Keluara Balita dan Anak BKKBN Mila Yusnita. Hadir pula Camat Rancakalong dan para kepala desa se-Kecamatan Rancakalong serta para pengelola program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

Sekda Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman berpesan kepada para wisudawati untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh selama tiga bulan mengikuti akademi. Mantan Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ini optimistis para wisudawati mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama AKJJ. Hasil akhirnya  adalah terjadinya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Sumedang.

“Ini bukan program basa-basi. Ini program sungguhan. Saya meminta Pak Camat Rancakalong untuk menyelenggarakan AKJJ ini di seluruh desa. Mudah-mudahan pada 2021 mendatang AKJJ bisa dilaksanakan di 270 desa yang ada di Kabupaten Sumedang. Saya menunggu para camat untuk mengajukan proposal sekaligus timeline pelaksanaannya. Minggu depan akan kita laksanakan rapat koordinasi pelaksanaan AKJJ di 270 desa yang tersebar di 26 kecamatan,” tandas Herman.

Pria kelahiran Rancakalong ini mengingatkan, proses pengasuhan atau pembentukan sumber daya manusia harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan menyeluruh. Tidak boleh ada kegagalan dalam setiap proses pembentukan SDM berkualitas.

“Gagal ngolah sawah, tiasa diulang. Tapi ngolah SDM, ngolah murangkalih, teu tiasa diulang. Lamun gagal, maka bakal gagal saterasna. Janten, tidak ada kata lain kecuali harus sukses. Dipersiapkan dengan baik. Tidak ada celah sedikit pun untuk gagal dalam mempersiapkan masa depan anak,” ujarnya dalam bahasa Sunda.

Herman menjelaskan, AKJJ sudah sangat sejalan dengan kebijakan percepatan penanggulangan stunting di Kabupaten Sumedang. Saat ini, pihaknya mengambangkan inovasi pelayanan publik di tingkat desa dengan nama Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Desa atau Sakip Desa. Melalui inovasi ini, setiap kepala desa memiliki tiga indikator keberhasilan utama atau key performance indicator (KPI).

Tiga indikator tersebut meliputi penurunan angka kemiskinan, penurunan stunting hingga 100 persen, dan kepuasan layanan minimal 80 persen. Herman menilai AKJJ merupakan aksi nyata upaya percepatan penurunan sekaligus pencegahan stunting. Karena itu, penting untuk bisa diimplementasikan secara menyluruh di setiap desa di Kabupaten Sumedang.

“Harus berbasis kinerja. Tidak boleh main-main dalam melayani masyarakat. AKJJ harus hadir di semua desa pada 2021 mendatang. AKJJ bukan teori. AKJJ harus bisa dibuktoskeun. Pok, pek, prak. Dalam pelaksanaannya, tentu perlu ada simplifikasi materi dari 14 modul menjadi lebih sederhana. Saya berharap ada juga akademi serupa untuk para bapak. Dengan demikian, para ayah turut memahami dan bertanggung jawab dalam pengasuhan anak. Kalau perlu, dua kali ngadu bako, semua materi beres,” ungkap Herman.

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X