• Selasa, 26 Oktober 2021

Belajar Daring, Awas Bahaya Narkolema di Masa Pandemi

- Kamis, 17 Desember 2020 | 18:20 WIB
Foto: Zainulmukhtar
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Ancaman kerusakan moral terhadap generasi muda di era digital saat ini bukan hanya datang dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba konsumsi. Namun, narkotika lewat mata (narkolema) seperti kecanduan pornografi yang dapat merusak organ otak dan mengganggu pembangunan karakter. 

Terlebih pada masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, ketika kegiatan belajar mengajar (KBM) tak lagi dapat dilakukan secara bertatap muka langsung di sekolah melainkan melalui media daring (dalam jaringan/online internet), ancaman narkolema terhadap anak-anak, mulai siswa PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga Perguruan Tinggi kian meningkat. Ditambah banyak orang tua, terutama di daerah, masih gagap terhadap penggunaan gawai internet.  

Sedangkan pandemi Covid-19 belum diketahui kapan berakhir. Begitu pun KBM tatap muka belum dapat dipastikan kapan bisa dimulai lagi.

Dengan kondisi seperti itu maka peran pendampingan orang tua terhadap anak dalam penggunaan dawai menjadi sangat penting. Termasuk keharusan mengenali gejala-gejala bila anak mulai terjerat narkolema.  

Peringatan tersebut salah satunya seperti diingatkan Dosen Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (Kaltim) Yuliani Winarni pada diskusi "Media Daring Tantangan Belajar dan Bahaya Narkolema di Masa Pandemi" digelar Healthy Corner tvMu kerjasama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, anak-anak merupakan masa rasa keingintahuannya (sense of curiousity) meningkat. Sehingga orang tua perlu mengenali tanda-tanda anak mulai kecanduan pornografi lewat internet, atau narkolema.  

"Awalnya mungkin anak-anak terpapar tidak sengaja. Melihat konten pornografi dan merasakan kesenangan. Pada saat anak terus mengakses pornografi dan jatuh kecanduan maka orang tua harus mengenali tanda-tandanya," ingat Yuliani.

Dia menyebutkan, tanda anak mulai kecanduan narkolema antara lain anak mulai suka sembunyi-sembunyi untuk bisa mengakses internet. Bersembunyi di kamar tertutup, misalnya. Tanda lainnya, anak mulai sulit dipisahkan dari dawai(gadget)nya, anak mulai merasakan kegelisahan kalau tidak bisa mengakses internet, dan anak mulai menunjukkan perilaku agresif. Marah ketika dawainya diambil, atau suka menjahili adik atau teman lawan jenis.

"Orang tua harus peduli. Perlu pengetahuan lebih berkaitan narkolema ini. Narkolema adalah narkotika lewat mata." tegasnya Yuliani.

Halaman:

Editor: donramdhani

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB
X