• Sabtu, 18 September 2021

Kejari Kabupaten Cirebon Awasi Aliran Kepercayaan 

- Sabtu, 26 Desember 2020 | 14:45 WIB
Istimewa
Istimewa

INILAH, Cirebon - Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Cirebon turut mengawasi aliran kepercayaan yang ada di wilayah hukumnya.

Pengawasan dilakukan, terutama untuk aliran kepercayaan yang masuk kategori meresahkan masyarakat dan membahayakan negara. Hal itu sesuai dengan tugas Kejari yang tercantum dalam amanat Undang-Undang (UU) Nomor 16 tahun 2004.

 

Kajari Kabupaten Cirebon, Setyawan Nur Chaliq melalui Kasi Intel Kejari Kabupaten Cirebon, Wahyu Oktavianto mengatakan,  pengawasan itu sesuai amanat UU dalam menjaga ketertiban umum. Pihaknya diwajibkan untuk melakukan pengawasan terhadap aliran kepercayaan yang membahayakan negara dan meresahkan masyarakat.

 

"Mencegah penggunaan agama atau penodaan agama. Kejaksaan melibatkan beberapa unsur stakeholder. Mulai dari MUI, FKUB, Kesbangpol, unsur TNI-Polri dan intelegen. Hasilnya, kami mendapat masukan-masukan untuk kemudian direkomendasikan sebagai dasar melakukan tindakan," kata Wahyu ketika dihubungi lewat telepon WhatsApp, Sabtu (26/12/2020).

 

Ia menjelaskan, aliran yang menyimpang secara resmi telah dikampanyekan oleh negara. Aliran tersebut adalah Jaringan Ahmadiyah Indonesia (JAI). Kemudian organisasi Khilafah. Wahyu menilai, Khilafah  sudah dibubarkan. Sedangkan di agama Kristen ada aliran bernama Saksi Yehua. Saat ini aliran aliran tersebut sedang diawasi dan diantisipasi. 

 

Halaman:

Editor: JakaPermana

Tags

Terkini

Bertambah 1, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Berjumlah 57

Jumat, 17 September 2021 | 17:01 WIB
X