• Minggu, 24 Oktober 2021

Disiplin Protokol Kesehatan Warga Melonggar, Kasus Covid-19 Kian Melonjak

- Minggu, 27 Desember 2020 | 18:45 WIB
Foto: Zainulmukhtar
Foto: Zainulmukhtar

INILAH, Garut - Menjelang pergantian tahun ini, kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Garut semakin mengkhawatirkan. Angka positif Covid-19 terus melonjak dengan dibarengi kasus kematian akibat terpapar Covid-19 yang juga terus bertambah. 

Kendati terdapat penambahan pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19, jumlahnya lebih kecil dibandingkan penambahan kasus-kasus baru positif Covid-19. Total angka positif aktif masih dalam isolasi perawatan terbilang besar, mencapai sekitar 68 persen dari jumlah total pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19.

Ironisnya, tingkat kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 malah terkesan terus menurun. Terutama berkaitan pemakaian masker, dan penjagaan jarak. Alih-alih kian berdisiplin menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan kesehariannya di tengah terus melonjaknya kasus penularan Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan. Baik di kawasan perkotaan maupun pelosok daerah. 

Rendahnya kedisiplinan warga terhadap protokol kesehatan sangat mudah ditemukan di tempat-tempat keramaian semisal di sekitar pasar, mall, warung, rumah makan, kafe, atau lokasi nongkrong di sejumlah tempat. Pun tak sedikit para pengendara kendaraan bermotor yang tampak nyaman saja tak memakai masker. 

Ironisnya lagi, kalangan pejabat Pemkab Garut maupun legislator masih saja hilir mudik bepergian ke luar daerah dengan membawa serta masing-masing mitra kerjanya. Termasuk unsur Badan Usaha Milk Daerah (BUMD). Umumnya beralasan sebagai kunjungan kerja, bimbingan teknis, atau peningkatan kapasitas aparatur. Perilaku yang tak pelak diikuti banyak oknum pemerintah desa dengan berpelesiran ke daerah wisata di luar Garut. Seperti dilakukan sejumlah oknum pemerintah desa di Kecamatan Malangbong.  

Tak heran, imbauan berbagai pihak serta dibentuknya Relawan Covid-19, dan Satgas-satgas Penanganan Covid-19 tingkat RW oleh Pemkab Garut pun tampak belum berjalan efektif. Status Garut Siaga Bencana Covid-19 belum berdampak.

"Mau disiplin bagaimana ? Masyarakat dihimbau disiplin. Sementara pejabat-pejabat termasuk anggota dewan di Garut-nya juga malah pelesiran terus. Sejak Nopember sampai mau akhir Desember ini, SKPD terus saja bergantian ke luar daerah. Bupati, wakil bupati-nya juga sama. Padahal kerja aja 75 persen WFH, tapi giliran ke luar daerah, berangkat ramai-ramai. Enggak ada kesan genting," kata Ana S (50) warga Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota, Minggu (27/12/2020).

Berdasarkan data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Garut per 26 Desember 2020 mencapai sebanyak 3.681 kasus dengan kematian sebanyak 96 kasus. Pasien sembuh mencapai 2.138 orang, dan pasien positif Covid-19 aktif mencapai 1.447 orang.

Dalam sepekan terakhir, mulai 20 hingga 26 Desember 2020, warga di Kabupaten Garut tertular Covid-19 mencapai sebanyak 376 orang dengan kasus kematian sebanyak 13 orang. Sedangkan pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 mencapai 290 orang. Penambahan jumlah kasus baru positif Covid-19 lebih banyak dibandingkan penambahan jumlah pasien sembuh dari Covid-19 dalam tujuh hari tersebut. (Zainulmukhtar) 

Halaman:

Editor: donramdhani

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB
X