• Rabu, 22 September 2021

OJK Pastikan Sektor Jasa Keuangan Wilayah III Cirebon Terjaga di Tengah Pandemi

- Rabu, 30 Desember 2020 | 06:30 WIB

INILAH,Cirebon,- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor jasa keuangan Indonesia hingga akhir 2020 terus menunjukkan kondisi yang stabil dengan kinerja intermediasi yang berada pada level positif.

Stabilitas sektor jasa keuangan selama 2020 didukung permodalan tinggi dan likuiditas memadai untuk mengantisipasi risiko dan mendukung ekspansi usaha di tengah pemulihan akibat pandemi Covid-19.

Pada tingkat regional, indikator sektor jasa keuangan di Wilayah 3 Cirebon yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan menunjukan angka positif pada seluruh sektor yang meliputi Perbankan, Industri Keuangan Non Bank (IKNB), dan Pasar Modal.

Data per November 2020 dana pihak ketiga (DPK) dan penyaluran kredit bank umum konvensional di Ciayumajakuning menunjukkan tren positif secara year on year (yoy) masing-masing tumbuh sebesar 12,02% (menjadi Rp35,09 triliun) dan 5,76% (menjadi Rp38,53 triliun).

Pada bank umum syariah & unit usaha syariah, tren positif juga terjadi ditunjukkan dengan meningkatnya DPK menjadi Rp2,69 triliun (3,72% yoy) dan penyaluran pembiayaan sebesar Rp2,52 triliun (10,92% yoy).

Peningkatan kredit dan pembiayaan pada bank umum di tengah pandemi Covid-19 dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, terlihat dari level kredit bermasalah yang terjaga di level 2,09% (konvensional) dan 2,61% (syariah).

Hal itu menggambarkan perbankan tetap berkomitmen mendukung pemulihan ekonomi karena dengan adanya penambahan modal usaha/pembiayaan konsumtif maka dapat menjadi salah satu faktor penggerak ekonomi di tengah masyarakat.

Pada sektor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang merupakan sektor yang diawasi secara langsung oleh Kantor OJK Cirebon, posisi November 2020 terjadi pertumbuhan pada Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit serta sedikit penurunan pada Aset.

Kredit pada BPR mampu mencatatkan tren positif sebesar 3,10% yoy menjadi Rp2,41 triliun sedangkan DPK meningkat double digit 14,89% yoy menjadi Rp2,19 triliun. Hal ini menjadi indikator bahwa masyarakat makin mempercayai BPR sebagai tempat menyimpan dana dalam bentuk tabungan dan deposito.

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Terkini

Garut PPKM Level 2, Helmi Budiman: Jangan Lengah!

Senin, 20 September 2021 | 19:51 WIB
X