• Minggu, 28 November 2021

Cianjur Kaji Rencana Belajar Tatap Muka

- Rabu, 30 Desember 2020 | 18:00 WIB

INILAH, Cianjur,- Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melakukan pengkajian dan pertimbangan lagi kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka karena sejak dua bulan terakhir, puluhan orang guru terpapar positif COVID-19 meski kegiatan tatap muka belum digelar.

"Melihat dari kasus banyaknya guru yang terpapar positif COVID-19 beberapa waktu lalu, jadwal belajar secara tatap muka perlu kajian panjang, terlebih hasil konsultasi dengan tim ahli kesehatan, saat ini anak-anak pun rentan tertular COVID-19," kata Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur, Rabu (30/12/2020)

Melihat hasil konsultasi dengan tim ahli kesehatan, kata dia, kegiatan belajar tatap muka belum memungkinkan digelar dalam waktu dekat.

Sejak dua bulan terakhir, penyebaran virus mematikan itu di Cianjur dalam fase puncak, di mana tercatat sebanyak 1.297 orang positif COVID-19 atau dalam satu minggu tercatat penambahan pasien positif hingga 200 orang.

Dengan kondisi itu, kata dia, jadwal untuk membuka kembali sekolah secara tatap muka pada awal tahun, terancam batal dan harus menunggu keputusan pemerintah pusat atau kementerian terkait, apakah sudah dapat digelar atau belum.

Ditambah saat ini, kesiapan sekolah untuk menggelar belajar tatap muka masih terbentur fasilitas hingga alat pelindung diri (APD).

"Jangan sampai ketika dipaksakan, akan menambah jumlah pasien positif yang terpapar virus berbahaya karena saat ini, ratusan ruang isolasi sudah terisi penuh, bahkan sejak satu bulan terakhir diberlakukan sistem antrean untuk pasien baru," katanya.

Pihaknya juga mengigatkan agar tidak ada pihak sekolah negeri atau swasta di wilayah tersebut yang memaksakan diri untuk menggelar belajar secara tatap muka karena akan berpotensi terjadinya penularan, sehingga jika ada yang melanggar pihaknya akan memberikan sanksi tegas.

"Saya sudah intruksikan ke dinas terkait, untuk memberikan sanksi tegas bagi sekolah yang melanggar atau memaksakan diri dengan berbagai alasan apapun menggelar proses belajar mengajar secara tatap muka. Kami harap semua bersabar termasuk orang tua murid, demi kesehatan anak-anaknya," kata Herman Suherman.

Halaman:

Editor: Ghiok Riswoto

Tags

Terkini

Why, Dewan Ancam Laporkan Sekdis DPKPP ke APH

Jumat, 26 November 2021 | 20:00 WIB

8.000 Guru Honorer di Garut Masuk Dapodik

Kamis, 25 November 2021 | 22:26 WIB

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB

Kasus Naik, RS di Garut Kembali Rawat Pasien Covid-19

Kamis, 25 November 2021 | 15:51 WIB
X