• Minggu, 5 Desember 2021

Longsor Sumedang Renggut 11 Jiwa, Curah Hujan Masih Tinggi BNPB Imbau Masyarakat Waspada

- Minggu, 10 Januari 2021 | 13:35 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Bandung - Bencana longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 15.30 WIB dan longsor susulan terjadi pada pukul 19.00 WIB kemarin. Akibatnya, 11 orang dinyatakan meninggal dunia.

Kepala SAR Bandung Deden Ridwansyah mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pencarian korban longsor di lokasi kejadian. Pasalnya, Dia menduga terdapat ada korban lainnya yang masih tertimbun material longsor.

"Korban yang tertimbun material longsor di Desa Cihanjuang sejumlah 22 orang yang terdiri dari tiga orang selamat, 11 dalam keadaan meninggal dunia, dan delapan orang masih dalam pencarian akibat longsor," ucap Deden dalam keterangan persnya, Minggu (10/1/2021).

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Danramil dan Kepala Seksi BPBD jadi korban longsor di Cimanggung Sumedang. Keduanya tertimbun longsor susulan pada saat melakukan evakusasi.

"Dari jumlah meninggal, Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban. Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespon longsoran pertama," ucap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati dalam keterangan persnya.

Lebih lanjut, Raditya mengungkapkan, Kabupaten Sumedang termasuk wilayah dengan potensi bahaya tanah longsor dengan kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 26 kecamatan teridentifikasi berpotensi bahaya dengan kategori tersebut, sedangkan luas bahaya sekitar 60.872 hektare.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada. Pasalnya, longsoran dipicu curah hujan tinggi serta kondisi tanah tidak stabil dan dilihat dari prakiraan cuaca Info BMKG, pada hari ini (10/1/2020) dan Senin (11/1/2020) besok, kecamatan Cimanggung masih berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga hujan petir.

"BNPB berharap masyarakat dapat tetap waspada dan siaga dalam mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor maupun angin kencang. Persiapan diri sendiri, keluarga dan komunitas sangat dibutuhkan sehingga dampak korban jiwa dapat dihindari sedini mungkin, khususnya di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik)

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Vaksinasi Lansia di Garut Mencapai 60,6 Persen

Minggu, 5 Desember 2021 | 10:18 WIB

Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan ke Yayasan ODGJ Tambun

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:47 WIB

Lima Sembuh, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Menurun

Jumat, 3 Desember 2021 | 09:51 WIB

Ribuan Buruh Pabrik Rokok Peroleh BLT dari DBHCHT

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:10 WIB

Pemkab Cirebon Dorong Regenerasi Petani

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:15 WIB
X