• Jumat, 22 Oktober 2021

Kisruh BPNT Kabupaten Cirebon, Kadinsos Enggan Ikut Campur

- Selasa, 19 Januari 2021 | 12:29 WIB
Kadinsos Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra. (Maman Suharman)
Kadinsos Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra. (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon - Kisruh Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kabupaten Cirebon, terus berlanjut. Saat ini kabarnya, penyaluran sudah berjalan untuk 29 Kecamatan dan masih memakai penyalur lama.

Sementara 11 Kecamatan juga sudah mulai melakukan penyaluran, dengan memakai penyalur baru. Namun beredar isu, sebagian besar e warung banyak yang menolak kehadiran penyalur baru.

"Ia kabarnya banyak e warung yang menolak kehadiran suplayer baru. Saya tidak tahu alasannya kenapa, karena itu bukan ranah kami," kata Kadinsos Kabupaten Cirebon, Dadang Suhendra, Selasa (19/1/2021)

Menurut Dadang, pihaknya enggan mencampuri kisruh BPNT dilapangan, terkait adanya penyalur baru, serta penolakan e warung. Sesuai Pedoman Umum (PEDUM) BPNT, Dinsos sebatas menangani kalau ada kualitas komoditi yang tidak sesuai. Disamping itu, PEDUM juga mengisyaratkan, kalau ada KPM yang kartunya macet atau error, baru difasilitasi Dinsos ke BNI.

"Kita berpedoman kepada PEDUM saja. Kalau saya mengondisikan suplayer untuk wilayah mana, itu salah. Kan jelas di PEDUM nya seperti itu," jelas Dadang.

Terkait adanya isu, Dadang pernah beberapa kali bertemu suplayer dan meminta jatah, dirinya menolak tudingan tersebut. Dadang mengaku berani bersumpah, selama ini tidak pernah bertemu atau mengenal suplayer yang memonopoli penyaluran BPNT

"Demi Alloh mas, saya tidak pernah menerima apapun dari suplayer. Jangankan menerima, bertemu mereka saja saya belum pernah," akunya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus monopoli suplayer penyalur BPNT yang semula menjadi isu utama di Kabupaten Cirebon, ternyata saat ini melebar. Pasalnya, pergantian suplayer di beberapa kecamatan diduga menjadi "ladang basah" yang diperebutkan oleh beberapa pihak.

Pantauan dilapangan menyebutkan, sejak awal, sedikitnya ada tiga suplayer besar yang semula memegang lebih dari lima kecamatan. Namun sesuai instruksi bupati, suplayer besar itu mulai dikurangi jatahnya, dan hanya menjadi dua kecamatan saja. Alhasil, dari pengurangan monopoli suplayer tersebut, ada 11 kecamatan yang saat dilepas oleh suplayer sebelumnya. Kondisi tersebut membuat beberapa pihak mencoba masuk walaupun tanpa ada rekomendasi dari Dinas Sosial Kabupaten Cirebon.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X