Gawat! Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Garut Nyaris Sentuh Angka 200

Kematian warga di Kabupaten Garut terpapar Covid-19 terus terjadi setiap hari dalam beberapa waktu terakhir, dan jumlahnya kini nyaris menyentuh angka 200 kasus. 

Gawat! Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Garut Nyaris Sentuh Angka 200
Foto: Zainulmukhtar

Persentase kematian positif Covid-19 di Kabupaten Garut saat ini mencapai sebesar 3,2 persen dari total jumlah positif Covid-19 sebanyak 6.230 kasus. 

Bersamaan meninggalnya dua pasien positif Covid-19, terdapat laporan ditemukan sebanyak 67 kasus baru positif Covid-19. Sebanyak 64 kasus di antaranya ditemukan berdasarkan hasil pemeriksaan RT PCR laboratorium RSU dr Slamet Garut pada sebanyak 112 sampel swab. Sebanyak tiga kasus lain dikonfirmasi dari hasil pemeriksaan RT PCR di fasilitas pelayanan kesehatan lain. 

Muksin menuturkan, sebanyak 67 kasus baru positif Covid-19 itu terdiri 37 perempuan dan 30 laki-laki, berusia antara dua tahun sampai 75 tahun. Termasuk dua balita dan 12 lansia berumur 60 tahun ke atas. 

Baca Juga : Kasus Suap Indramayu, KPK Panggil Lima Anggota DPRD Jabar

Mereka berasal dari Kecamatan Tarogong Kidul (13 kasus), Tarogong Kaler (9 kasus), Cibatu (8 kasus), Leles (7 kasus), Kadungora (5 kasus), Karangpawitan (5 kasus), Garut Kota (3 kasus), dan Kecamatan Wanaraja (3 kasus).

Lalu, dari Kecamatan Banyuresmi (2 kasus), Cilawu (2 kasus), Cisompet (2 kasus), Bayongbong (1 kasus), Cikelet (1 kasus), Karangtengah (1 kasus), Pamulihan (1 kasus), Selaawi (1 kasus), Singajaya (1 kasus), Sukawening (1 kasus), dan Kecamatan Talegong (1 kasus).

Kendati kasus positif Covid-19 dan kematian akibat virus corona tersebut masih terus bertambah, terdapat perkembangan cukup menggembirakan dengan bertambahnya pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 sebanyak 71 orang. Sehingga total jumlah pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 kini menjadi sebanyak 4.377 orang (70 persen). 

"Ada sebanyak 1.107 pasien positif Covid-19 masih isolasi mandiri dan 547 pasien positif dalam isolasi perawatan rumah sakit," kata Muksin.


Editor : Bsafaat