• Jumat, 22 Oktober 2021

Komoditas Teh Purwakarta Mengintip Pasar Dunia

- Rabu, 3 Februari 2021 | 19:05 WIB
istimewa
istimewa

INILAH, Purwakarta - Ada 4.500 hektare lahan teh di Purwakarta. Pemerintah daerah siap memfasilitasi agar bisa ekspor ke mancanegara.

Daun teh salah satu produk perkebunan unggulan Kabupaten Purwakarta. Dia potensi ekonomi. Komoditasnya pun cukup besar. Tinggal pemerintah daerah memfasilitasi agar produksi semakin berkembang dan pemasaran lebih luas.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika menuturkan, sebagian wilayahnya merupakan daerah dataran tinggi atau pegunungan. Dari Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, hingga Darangdan. Selama ini, masyarakat di empat kecamatan tersebut banyak mengandalkan kehidupan dari hasil berkebun.

“Selain cengkeh, kopi dan pala, di empat wilayah itu kita juga punya produk perkebunan unggulan, yakni daun teh," ujar Anne, Rabu (3/2/2021).

Dia mengklaim, selama ini pemerintah melalui dinas terkait terus berupaya untuk mendorong dan menjembatani agar hasil perkebunan rakyat ini bisa menguntungkan dari sisi ekonomi. Memang sudah menjadi tugas pemerintah untuk memfasilitasi agar produksi perkebunan ini semakin berkembang dan pemasaran lebih luas. “Tentu akan terus kami dukung supaya bisa lebih berkembang,” jelas dia.

Anne menjelaskan, pihaknya berkomitmen terus mendorong supaya produktivitas perkebunan terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Menurutnya, sektor perkebunan cukup menjanjikan. “Ini jadi komitmen kami untuk melakukan pengembangan,” kata Ambu Anne, sapaan akrabnya.

Dia mengaku, sebenarnya Purwakarta cukup diuntungkan jika potensi-potensi yang ada, baik di sektor perkebunan atau lainnya bisa tergali dengan maksimal. Pasalnya, wilayahnya berada di titik strategis yang jadi penyangga dua ibu kota. sehingga dari sisi pemasarannya pun aksesnya mudah.

Terkait perkebunan teh, secara teknis Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Purwakarta, Sri Jaya Midan, menambahkan sejauh ini teh dari perkebunan rakyat tersebut pangsa pasarnya lumayan bagus. Selain kebutuhan lokal, teh Purwakarta juga ada yang dikirim ke luar daerah. “Ke depan, kita bidik pasar ekspor untuk produk daun teh ini,” ujar Midan.

Midan menjelaskan, daun teh khas Purwakarta banyak yang dikemas menjadi beragam olahan. Misalnya, ada yang menjadi teh celup hingga jadi campuran obat herbal. Bukan hanya itu, Purwakarta juga memiliki produk the putih yang telah bersertifikat.
“Untuk perkebunan khusus white tea, itu kami kembangkan di lahan 50 hektare. Perkebunan ini pun tak memakai pupuk kimia, murni menggunakan pupuk organik,” tambah dia.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X