• Jumat, 22 Oktober 2021

Tidak Ada Refocusing, Anggaran Infrastruktur Kabupaten Cirebon Aman?

- Kamis, 4 Februari 2021 | 20:40 WIB
Jalan rusak di Kabupaten Cirebon. (maman suharman)
Jalan rusak di Kabupaten Cirebon. (maman suharman)

INILAH, Cirebon - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto memastikan, tahun ini tidak ada refocusing anggaran. Hal itu terlontar saat dirinya menyikapi banyaknya infrastruktur jalan, jembatan, serta senderan yang rusak. Tidak bisa dibayangkan, bila ada refocusing, maka kondisi infrastruktur Kabupaten Cirebon akan semakin hancur.

"Ini kan tahun penganggaran baru, jadi tidak ada refocusing dan tidak ada rencana ke arah sana. Kalau ada ya bagaimana Pemkab mau memperbaiki kondisi infrastruktur yang makin parah. Mau nunggu tahun depan lagi, ya nggak bisa dong," kata Hermanto, Kamis (4/2/2021).

Persoalannya sekarang, lanjut Hermato, bukan masalah refocusing atau tidak. Namun, apakah Dinas PUPR menganggarkan untuk jalan, jembatan, atau senderan yang saat ini masuk kategori rusak parah.

Kalau tidak, justru akan jadi persoalan karena beberapa titik masuk dalam kategori rusak parah. Dia mencontohkan, jalan di bawah terowongan KA daerah Asjap, harus segera ditangani karena setiap tahun selalu rusak dan tergenang banjir.

"Sekarang saya minta Dinas PUPR untuk jeli membuat perencanaan, mana lokasi yang masuk kategori penting ditanggulangi. Jangan sampai tempat yang masih layak, dapat lagi proyek, sementara yang sudah parah malah tidak tersentuh sama sekali," ungkap Hermanto.

Beberapa waktu lalu, Dinas PUPR sudah memberikan laporan, ada 17 kegiatan proyek yang masuk dalam perubahan parsial. Pada prinsipnya, Hermanto mendukung langkah PUPR karena urusan perubahan parsial datangnya dari eksekutif. Justru kalau perubahan parsial untuk hal-hal yang darurat, memang harus segera dilakukan karena kalau ditunda, masyarakat juga yang merasakan dampaknya.

"Seperti perubahan parsial pembangunan Jembatan Kalimati yang roboh, ya saya mendukung. Itu karena sangat urgent. Tapi, kalau termasuk perbaikan jalan utama menuju jembatannya, mungkin nanti dan tidak dimasukkan ke dalam perubahan parsial," papar Hermanto.

Sementara Kabid Peningkatan jalan dan Jembatan PUPR Kabupaten Cirebon Tomy  Hendrawan membenarkan, tahun ini ada 17 kegiatan yang masuk dalam perubahan parsial. Kegiatan tersebut meliputi bidang jalan jembatan, irigasi dan sumber daya air. Menurutnya, perubahan parsial dilakukan karena 17 kegiatan masuk dalam skala prioritas atau sangat mendesak.

"Ini kan skala prioritas. Kondisi alam salah satunya penyebab banyak infrastruktur yang rusak. Masalah ini sudah kami laporkan ke legislatif," pungkas Tomy. (maman suharman)

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X