• Senin, 6 Desember 2021

Tragis, Ibu dan Anak Meninggal Setelah Konsumsi Nasi Tutug Oncom

- Kamis, 4 Februari 2021 | 21:30 WIB
Ilustrasi (Antara)
Ilustrasi (Antara)

INILAH, Cianjur - Satu keluarga yang terdiri dari ibu dan anak warga Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia setelah mengonsumsi nasi tutug oncom yang diolah sendiri.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Anton di Cianjur, Kamis (4/2/2021), mengatakan pihaknya sudah mengambil sampel nasi tutug oncom yang diduga sebagai penyebab tewasnya ibu dan anak atas nama Aidah (45) dan anak sulungnya Fuji (20) yang sempat menjalani perawatan di RSUD Cianjur, namun nyawanya tidak tertolong, untuk diperiksa di laboratorium.

"Sampel tersebut akan diserahkan ke Dinkes Cianjur untuk selanjutnya diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab tewasnya kedua orang korban setelah mengonsumsi oncom atau bukan," katanya.

Dugaan sementara. tutur dia, olahan oncom menjadi penyebab keracunan hingga mengakibatkan ibu dan anak meninggal, namun belum dapat pastikan apakah ada unsur kelalaian dalam pengolahan atau memang oncom tersebut mengandung bahan berbahaya.

Oncom pemberian tetangganya yang diduga sebagai penyebab keracunan itu, baru diolah setelah dua hari disimpan.

Kepala Seksi Survailans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Cianjur Asep Helmi, mengatakan sampel tersebut akan diuji di Labkesda Jawa Barat, dimana proses pengujian membutuhkan waktu satu minggu hingga hasilnya ke luar dan dipastikan bakteri atau bahan berbahaya apa yang terkandung di dalamnya.

"Sampel sudah dibawa ke Labkesda Bandung, tinggal menunggu hasil labnya, untuk memastikan apa penyebab kedua orang yang terdiri dari ibu dan anak itu meninggal setelah mengonsumsi nasi tutug oncom atau penyebab lain," katanya.

Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak atas nama Dedi Sunardi (55), Aidah (45), dan anak sulungnya Fuji (20) warga Kelurahan Sayang, sempat mengonsumsi oncom pemberian tetangganya yang diolah menjadi nasi tutug oncom yang dikonsumsi setelah dua hari.

Selang beberapa jam setelah mengonsumsi nasi tutug oncom tersebut, ungkap Dedi, dia yang pertama kali merasakan pusing, mual, dan muntah-muntah, selang beberapa jam istrinya merasakan hal yang sama, sehingga sempat menjalani perawatan di Puskesmas dan mendapat penanganan khusus.

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

Vaksinasi Lansia di Garut Mencapai 60,6 Persen

Minggu, 5 Desember 2021 | 10:18 WIB

Pemkab Bekasi Salurkan Bantuan ke Yayasan ODGJ Tambun

Jumat, 3 Desember 2021 | 10:47 WIB

Lima Sembuh, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Menurun

Jumat, 3 Desember 2021 | 09:51 WIB

Rudy Gunawan Sebut Angka Kemiskinan di Garut Naik

Kamis, 2 Desember 2021 | 16:00 WIB

Ribuan Buruh Pabrik Rokok Peroleh BLT dari DBHCHT

Rabu, 1 Desember 2021 | 16:10 WIB
X