• Jumat, 22 Oktober 2021

3 Ribu Hektare Lebih Sawah di Kabupaten Cirebon Gagal Tanam

- Minggu, 21 Februari 2021 | 15:40 WIB
Foto: Maman Suharman
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon memastikan, seluas 3 ribu hektare lebih sawah dipastikan gagal tanam. Hal itu disebabkan karena bencana banjir yang terjadi belakangan ini. 

Jumlah sebanyak itu, hasil dari asesmen Dinas Pertanian dari laporan Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POT) di lapangan. Lahan semulas 3 ribu hektare sawah lebih yang gagal panen itu tersebar pada tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon. Demikian dikatakan Plt Kadis Pertanian Kabupaten Cirebon Wasman, Minggu (21/2/2021).

Wasman menjelaskan, hasil asesmen lainnya menyebutkan saat banjir itu ada 5.888 hektare sawah yang tergenang. Sedangkan, lahan yang masuk dalam level aman atau masih tanaman padinya masih selamat berjumlah 2.745 hektare. 

"Memang lebih dari separuhnya. Jadi yang gagal tanam mereka akan tanam ulang. Sekarang mereka mulai melakukan penyemaian, ada juga yang langsung beli bibit. Memang terganggu tapi akhir bulan ini dipastikan mereka akan tanam ulang," ungkap Wasman.

Dinas pertanian lanjutnya, sedang berupaya membantu kelangsungan tanam ulang para petani. Salah satu upaya yang dilakukan adalah, pengusulan alokasi pupuk bagi mereka yang tanam ulang. Saat ini, rencana tersebut masuk kedalam RDKK. Masalahnya, setiap petani dalam satu tahun mendapatkan jatah benih serta pupuk. Sementara, jatahnya habis terkena banjir dan harus tanam ulang.

"Kami sedang mengusulkan ke pusat untuk bantuan ulang benih dan pupuk cair. Ini khusus buat mereka yang sawahnya gagal tanam ya. Imbasnya ya ada pergeseran musim panen saja. Biasanya yang 5 hektare panen serempak. Sekarang kan 3 ribu hektare lebih tanam ulang. Otomatis waktu panen tidak akan serempak," jelas Wasman.

Menurut Wasman,  Kabupaten Cirebon mempunyai lahan sawah  sebanyak 45 ribu hektare. Sementara produktifitas tahun kemarin per hektare nya, menghasilkan 6,4 ton gabah kering giling. 

Sedangkan perhitungan gabah menjadi beras adalah, 500 ribuan ton gabah akan bisa menghasilkan 350 ribu ton beras.  Artinya, setiap tahun Kabupaten Cirebon tidak pernah kekurangan beras, meskipun ada ribuan hektare sawah yang terdampak banjir.

"Setiap tahun Kabupaten Cirebon tetap surplus mas, meskipun ada dampak banjir. Tahun lalu saja kami surplus 100 ribu ton. Biasanya kami distribusikan ke pasar induk cipinang dan johar di Jakarta. Jadi meskipun ada dampak pergeseran masa tanam, kami tidak akan kekurangan beras," akunya.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X