• Selasa, 26 Oktober 2021

Kinerja Kadisdik Kabupaten Cirebon Dievaluasi, Komisi IV Beda Pendapat 

- Selasa, 23 Februari 2021 | 15:10 WIB
Foto: Maman Suharman
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Mendekati 7 tahun Asdullah Anwar menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon ternyata memunculkan berbagai reaksi. Berbagai komentar bermunculan, baik dari kalangan LSM maupun masyarakat di lapangan. Masyarakat kebanyakan menilai, tidak ada hasil yang signifikan dari pencapain Asdullah selama menjadi Kadisdik Kabupaten Cirebon.

Dari kalangan dewan, terutama Komisi IV DPRD Kabupaten Cirebon pun masih berbeda pendapat. Anggota Komisi IV Siska Karina meminta supaya evaluasi tahun ini untuk kinerja Asdullah lebih dimatangkan lagi. Menurutnya, selama ini banyak program yang dicanangkan tidak berjalan efektif. 

"Kalau Kadisnya tahun ini masih bertahan, tolong evaluasinya lebih detail dan maksimal supaya pelaksanaan programnya bisa berjalan. Kalaupun diganti, penggantinya harus bisa bekerja maksimal dan punya inovasi yang bagus untuk memajukan pendidikan di Kabupaten Cirebon," ungkap Siska, Selasa (23/2/2021).

Dia menilai, selama ini tidak ada terobosan yang signifikan dari Kadisdik, terlebih sistim pembelajaran dimasa pandemi. Kalau hanya diberikan sistem Bahan Ajar Jarak Jauh (BAJJ), menurutnya itu bukan satu terobosan karena hasilnya tidak maksimal dirasakan siswa. Mengacu pada salah satu contoh yang sangat krusial tersebut, Siska meminta Pemkab Cirebon sesegera mungkin membenahi kinerja Disdik.

"Pembenahan ini bukan pada Kadisdiknya saja, tapi pada semua bagian, termasuk bidang SD, SMP dan PNF. Karena semuanya saling berhubungan. Saya sudah cek, saat pandemi ini saja terobosan hanya BAJJ saja. Harusnya ada terobosan lain supaya sistim pembelajaran saat pandemi bisa dirasakan siswa," jelasnya.

Siska juga mengeluhkan, adanya komplain dari beberapa sekolah terkait proyek. Kualitas bangunan dipertanyakan dan sangat kurang. Jangan sampai, anggarannya dipakai lagi tahun depan untuk sekolah yang sama. 

Ironisnya, ada salah satu sekolah yang harusnya sudah direlokasi karena berada di lokasi perusahaan. Ada juga sekolah di Klayan di tengah-tengahnya terdapat Puskesmas pembantu yang akses masuknya satu gerbang dengan sekolah.

"Itu kan persoalan yang harus diselesaikan, masa Kadisdik tidak tahu. Kalau memang dia harus diganti, ya diganti saja. Disdik kan salah satu indikator peningkatan IPM. Wong data buta hurup per desa saja sudah ada belum. Kami minta saja belum dikasih," paparnya.

Namun, pendapat berbeda dilontarkan anggota Komisi IV lainnya. Yoga Setiawan mengaku kurang sependapat kalau dalam masa satu ini, dewan bisa mengevalusi kinerja kepala SKPD yang salah satunya Kadisdik. Alasannya, karena masa kerja dewan baru satu tahun berjalan. Otomatis, akan terlalu dini bisa melakukan evaluasi kinerja setiap kepala SKPD

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB
X