• Jumat, 22 Oktober 2021

GOR Watubelah Mangkrak, Mungkinkah Pakai Pihak Ketiga?

- Minggu, 28 Februari 2021 | 13:38 WIB

INILAH, Cirebon - Kembali mangkraknya pembangunan GOR Watubelah Kabupaten Cirebon, membuat Pemkab harus memutar otak. Harapan bantuan dari Pemprov Jabar, sepertinya sulit terealisasi. Alasannya, saat ini semua anggaran fokus pada penanganan Covid-19. Diduga, Pemprov Jabar seperti tidak berminat lagi mengucurkan anggaran menyelesaikan proyek tersebut. Kemungkinan besar, karena GOR Watubelah bukan lagi menjadi skala prioritas.

Demikian dikatakan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Hermanto, Minggu (28/2/2021). Menurut Hermanto, pernyataannya tersebut berdasarkan pengakuan pihak Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Beppelitbangda) Kabupaten Cirebon. Mereka mengaku, awal pembangunan GOR Watubelah atas inisiatif Pemprov Jabar, menghadapi Pekan Olah Raga Nasional (PON) sekitar lima tahun lalu. 

"Awalnya pembangunan GOR ini untuk tempat terselenggaranya PON. Pemkab hanya diminta menyediakan tempat, dan anggaran pendampingnya saja. Untuk anggaran pembangunannya, paling besar dari Provinsi," ungkap Hermanto.

Ironisnya, lanjut Hermanto, pengerjaan GOR Watubelah telat dan tidak bisa dipakai untuk PON. Alhasil, saat Gubernur berganti dari Aher ke Ridwad Kamil (RK), pembangun GOR Watubelah bukan lagi menjadi skala prioritas Pemprov Jabar. Akhirnya, Pemkab Cirebon menjadi kewalahan menyelesaikan sisa pembangunan yang nilainya masih ratusan miliar tersebut.

"Pemkab sekarang kebingungan. Kalau mau menyelesaikan sisa pembangunan, masih butuh dana lebih dari lima ratus milyar. Uang sebesar itu dari mana, wong anggaran disini saja dipakai untuk skala prioritas lainnya," ujarnya.

Namun, Bappelitbangda kata Hermanto akan melakukan koordinasi dengan Pemrov Jabar, untuk mencari solusi bagaimana kelanjutan pembangunan GOR tersebut. Kalau melihat anggaran yang ada, kecil kemungkinan Pemkab Cirebon akan bisa melanjutkan tanpa bantuan anggaran provinsi. Anggaran saat ini saja, Kabupaten masih sangat kekurangan kerena banyak kebutuhan yang harus diprioritaskan.

"Kalau anggaran harus tersedot lima ratus milyar buat menyelesaikan pembangunan GOR, ya tidak etis. Mendingan buat prioritas yang lainnya. Tahu sendiri refocusing kemarin, banyak infrastruktur dan yang lainnya terbengkalai," ucapnya.

Untuk itu, pihak eksekutif dan legislatif perlu mencari solusi terbaik, manakala Pemrov benar benar-benar "angkat tangan" tidak mau menurunkan anggaran lagi. Mencari pihak ke tiga, adalah salah satu solusi terakhir yang harus dilakukan Pemkab Cirebon. Terkait aturannya boleh atau tidak, semua bisa dicari solusinya. Ini, untuk mencegah hilangnya uang negara yang nilainya ratusan milyar.

"Kita cari aturannya supaya kelanjutan Pembangunan GOR bisa dipihak ketiga kan. Kalau dibiarkan bisa mangkrak. Ini uang negara yang harus diselamatkan. Nantinya GOR mau jadi apa kalau dihentikan. Yang malu ya Kabupaten Cirebon sendiri. Pasti jadi sorotan masyarakat," papar Hermanto.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X