• Jumat, 22 Oktober 2021

Pemkab Cianjur Masukkan Permainan Tradisional dalam Kurikulum

- Selasa, 16 Maret 2021 | 20:30 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman. (antara)
Bupati Cianjur Herman Suherman. (antara)

INILAH, Bandung - Pemkab Cianjur, Jawa Barat, masukkan permainan tradisional dalam kurikulum pendidikan di Cianjur, sebagai upaya melestarikan kebudayaan daerah dan untuk menghindari ketergantungan anak terhadap telepon pintar atau gawai yang banyak terdapat game online.

Bupati Cianjur Herman Suherman di Cianjur, Selasa (16/3), mengatakan selama pandemi proses belajar mengajar yang dilakukan secara online, membuat anak ketergantungan dengan telepon pintar, bahkan dapat dipastikan anak usia sekolah lebih banyak berteman dengan telepon pintar.

"Ini perlu diimbangi dengan berbagai program, di mana mereka tidak harus menggunakan telepon pintar, salah satunya dengan mengenalkan permainan tradisional, seperti galasin, petak umpet, sondah, gatrik, dan berbagai permainan lain yang dilakukan di luar rumah," katanya.

Sehingga, anak dapat berinteraksi dengan sesamanya, sebagai upaya menghindari ketergantungan anak akan telepon pintar yang selama satu tahun lebih banyak mereka gunakan mulai dari pendidikan oline dan lebih banyak digunakan untuk bermain game online.

Masuknya permainan tradisional ke dalam kurikulum di sekolah, merupakan upaya untuk melestarikan permainan tradisional yang harus dilakukan bersama serta kerja sama tim, sehingga dapat membangun karakter anak untuk lebih maju dengan wawasan yang lebih terbangun.

"Banyak hal yang didapat anak dari berbagai permainan tradisional seperti membangun kerja sama atau gotong royong, mengasah insting serta kecerdasan untuk dapat menjadi pemenang, sehingga ketergantungan telepon pintar dapat menurun," katanya.

Sementara Ketua Jabar Bergerak Cianjur dr Yusuf Nugraha, mengatakan pihaknya mendukung penuh gagasan pemerintah daerah untuk, memasukan permainan tradisional ke dalam kurikulum sekolah, sebagai bentuk menghilangkan ketergantungan anak didik terhadap telepon pintar.

Ia menjelaskan, rencananya permainan tradisional akan disisipkan dalam pelajaran olahraga atau materi pelajaran bahasa Sunda. Untuk memulai penerapan sebelum digelarnya pembelajaran tatap muka agar lebih maksimal, diawali dengan pemecahan rekor MURI.

"Seremonialnya akan dimulai dengan rencana pemecahan rekor MURI permainan tradisional secara massal melalui virtual yang akan digelar bulan April dengan 20 ribu peserta. Maksimalnya saat digelarnya pembelajaran tatap muka," katanya. (ant/sur)

Halaman:

Editor: suroprapanca

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB
X