• Selasa, 26 Oktober 2021

Wow...Anggaran Pilwu Cirebon Rp21 Miliar

- Selasa, 6 April 2021 | 15:50 WIB

INILAH, Cirebon - Anggaran untuk pelaksanaan Pemilihan Kuwu (Pilwu) Serentak 2021 sudah diajukan. Saat ini, tinggal menunggu pengesahan dari elemen terkait, supaya pelaksanaan Pilwu serentak yang direncanakan pada November 2021 mendatang bisa terlaksana.

Pemkab Cirebon melalui  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) mengajukan anggaran sebesar Rp21 miliar. Jika disetujui, maka tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) nantinya akan mendapat anggaran sebesar Rp 9 sampai Rp10 juta.

Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) DPMD Kabupaten Cirebon, Suyatno, mengatakan, awalnya DPMD mengajukan anggaran untuk biaya Pilwu senilai Rp30 miliar lebih. Namun, setelah berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan  Penelitian dan Pengembangan Daerah  (Bappelitbangda), nilai pengajuan akhirnya terkoreksi menjadi Rp21 miliar. 

"Ada koreksi dari Bappelitbangda. Itupun masih belum ditetapkan," kata Suyatno,  Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, anggaran biaya Pilwu tiap-tiap desa dari 135 desa yang hendak menyelenggarakan Pilwu dipastikan berbeda. Besarannya tergantung pada jumlah TPS yang ada di masing-masing desa. Masalanya, anggaran yang diajukan adalah per TPS. Inilah yang membuat anggaran tiap desa berbeda beda.

"Jelas setiap desa anggarannya tidak sama. Kan pengajuannya per TPS," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, penetapan besaran biaya per TPS tersebut, menyusul kebijakan proses pemilihan dimasa pandemi Covid-19 yang memperbanyak TPS. Alhasil, TPS pada Pilwu tahun ini bisa mencapai hingga 17 TPS dalam satu desa. Begitupun dengan jumlah pemilih di tiap-tiap TPS-nya, namun DPMD membatasi jumlahnya maksimal 500 pemilih.

"Dengan system ini  maka Pilwu digital yang rencananya akan diuji cobakan di dua kecamatan, sepertinya batal. Perdanya juga belum turun dan sudah ada pembatasan jumlah pemilih ditiap-tiap TPS untuk meminimalisir kerumunan," ucapnya.

Disinggung kemungkinan adanya kekurangan biaya Pilwu bagi desa padat pemilih, Suyatno menyebut, kekurangannya bisa diatasi dengan anggaran yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD). Namun, panitia Pilwu, tidak boleh memungut biaya dari calon Kuwu dalam bentuk apapun. Sedangkan proses tahapan Pilwu biasanya akan dimulai tiga bulan sebelum pelaksanaan Pilwu pada November mendatang.

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB
X