• Selasa, 26 Oktober 2021

Kabupaten Cirebon Jadi Kantong PMI Terbanyak Kedua di Jabar 

- Rabu, 7 April 2021 | 14:40 WIB
Foto: Maman Suharman
Foto: Maman Suharman

INILAH, Cirebon - Kabupaten Cirebon menjadi daerah kedua terbesar penyalur pekerja migran Indonesia (PMI) di Jawa Barat. Untuk itu, Pemkab  Cirebon terus berupaya meningkatkan perlindungan dan kompetensi PMI.

Bupati Cirebon Imron mengatakan, pihaknya terus memberikan pembinaan guna memastikan perlindungan bagi calon PMI maupun yang sudah menjadi PMI. Pasalnya, sejumlah kasus  sering terjadi berulangkali dan menimpa PMI asal Kabupaten Cirebon saat bekerja di luar negeri.

"Acara diseminasi ini kita undang kepala desa, camat dan perusahaan penyalur. Tujuannya agar yang menjadi PMI bisa terdaftar melalui perusahaan resmi. Nanti kalau terjadi sesuatu akan kita bantu semaksimal mungkin," kata Imron saat menghadiri kegiatan diseminasi peningkatan perlindungan dan kompetensi PMI bertempat di Hotel Apita, Rabu (7/4/2021).

Dirinya meminta kepada masyarakat calon PMI, supaya mengerti budaya dan pekerjaannya di luar negeri. Selain itu, masyarakat juga harus mengetahui penghasilan, sehingga hak dan kewajibannya bisa sinkron dengan apa yang dijanjikan perusahaan penyalur PMI.

"Kami Pemkab Cirebon minta kepada masyarakat jangan langsung percaya kepada perusahaan yang menawarkan bekerja diluar negeri. Calon PMI juga harus tau hak dan kewajibannya," ungkap Imron.

Menurutnya, masyarakat yang saat ini menjadi PMI diluar negeri agar dapat mengelola keuangannya secara baik. Pasalnya tidak sedikit PMI yang sudah bekerja di luar negeri tidak dapat mempertahankan ekonominya. Untuk itu, dirinya meminta kepada Kepala Desa untuk bisa memberikan edukasi, agar hasil jerih payah mereka ada hasilnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Diskankertrans) Kabupaten Cirebon Ade Sutardi menyebutkan jumlah PMI pada 2020 tercatat sebanyak 2.803 orang. Sedangkan, pada 2021 tercatat sebanyak 854 orang.

Selain itu, terdapat jumlah kasus pada 2020 ada 42 orang. Kasusnya, mayoritas berupa habisnya masa kontrak dan yang susah pulang ada 8 orang. Sementara, pada 2021 ada 15 kasus yang seluruhnya karena kasus nonprosedural.

"Kabupaten Cirebon, menjadi daerah penyalur terbanyak kedua di Jawa Barat. Sedangkan untuk tingkat nasionalnya, menjadi daerah keempat terbesar penyalur PMI," pungkasnya. (Maman Suharman)

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Terkini

Bertambah 3, Kasus Aktif Covid-19 di Garut Jadi 15

Kamis, 21 Oktober 2021 | 13:57 WIB
X