• Kamis, 16 September 2021

Peduli Warga Isoman, Satgas Covid-19 Pasang Stiker

- Jumat, 30 Juli 2021 | 21:15 WIB
Dokumentasi (zainulmukhtar)
Dokumentasi (zainulmukhtar)

INILAH, Garut - Kasus pasien positif Covid-19 di Kabupaten Garut dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan kecenderungan menurun, termasuk Kecamatan Garut Kota, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 setempat tak mengendurkan kewaspadaannya.

Upaya preventif dan promotif mengedukasi masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19 berikut dampaknya gencar dilakukan, termasuk pemantauan terhadap warga terinfeksi Covid-19 dan yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Seperti dilakukan Satgas Covid-19 Kelurahan Kota Wetan, didampingi petugas Puskesmas Guntur, melakukan tracking, tracing, dan testing Covid-19 ke rumah-rumah yang penghuninya sedang melakukan isolasi mandiri (isoman).

Guna memudahkan pengambilan tindakan pemantauan dan penanganan dengan cepat dan tepat terhadap pergerakan warga terpapar Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri, Satgas Covid-19 Kelurahan Kota Wetan menandai rumah tinggal mereka dengan dipasangi stiker khusus.

Pada stiker khusus berwarna dasar merah dengan tulisan putih itu tertera juga Call Center Satgas Covid-19. Hal itu untuk memudahkan warga bersangkutan menghubungi tim Satgas jika terjadi sesuatu yang mengharuskan pasien mendapatkan tindakan medis segera, atau lainnya.

“Apabila yang isolasi mandiri ada gejala-gejala dan harus mendapatkan tindakan medis dengan cepat, di stiker tanda yang ditempel dirumahnya itu kan tersedia Call Center Satgas Covid-19. Jadi, mereka bisa langsung menghubungi kami selaku Tim Satgas," kata Ketua Satgas Covid-19 Kota Wetan yang juga Kepala Kelurahan Kota Wetan Galih Mawariz, Jumat (30/7/2021).

Dengan inovasi pemasangan stiker pada rumah warga yang isolasi mandiri, lanjut Galih, diharapkan penyebaran virus corona di lingkungan sekitar dapat diputus.

"Kita ingin membangun kepedulian dan kebersamaan antarwarga. Apalagi orang yang isolasi mandiri itu biasanya kan hanya sendirian, tak boleh ditemani yang lain. Dengan dipasangi stiker itu maka tetangga atau warga sekitar jadi tahu ada yang sedang isolasi mandiri. Sehingga mereka bisa saling memperhatikan dan mengulurkan bantuan. Ada dukungan psikologisnya bagi pasien," pungkas Galih. (zainulmukhtar)

Editor: suroprapanca

Terkini

X