• Senin, 27 September 2021

Lelang Anggaran Murni Pemkab Cirebon Masih Belum Beres, Kenapa?

- Rabu, 4 Agustus 2021 | 16:20 WIB
Kabag Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ) Setda Pemkab Cirebon, Edi Kurnaedi. (Maman Suharman)
Kabag Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ) Setda Pemkab Cirebon, Edi Kurnaedi. (Maman Suharman)

INILAH, Cirebon - Sampai saat ini beberapa SKPD di Kabupaten Cirebon, masih saja ada yang belum selesai mengajukan lelang.  Padahal saat ini sudah masuk kedalam tahun anggaran triwulan ke tiga. Demikian dikatakan Kabag Unit Pengadaan Barang dan Jasa (UPBJ) Setda Pemkab Cirebon, Edi Kurnaedi, Rabu (4/8/2021).

Edi menjelaskan, adanya keterlambatan pengajuan lelang ke UPBJ karena beberapa faktor.  Diantaranya adalah pembuatan perencanaan dan pembuatan dokumen lelang, apakah sudah sesuai aturan atau tidak. Jadi, banyak yang harus ditempuh oleh bagian perencanaan setiap SKPD.  Nantinya setelah dokumen diterima pihaknya melakukan review, apakah layak atau tidak.

"Kami kan hanya menerima dokumen. Perencanaan kan ada pada setiap SKPD. Justru karena lambatnya pengajuan  pada kami, lelang sampai sekarang belum selesai semua. Kami lakukan review sekitar tiga harian. Kalau tidak sesuai, ya kami kembalikan lagi untuk diperbaiki," ungkap Edi.

Edi menyebutkan, untuk PUPR baru finishing semua lelang, jumat pekan kemarin. Namun untuk Dinkes, sampai saat ini masih banyak yang belum diajukan.  Sementara untuk Disdik, Kimrum dan Disperindag masih dalam proses lelang dan ada beberapa yang belum diajukan. 

"Untuk Disdik dari APBD belum sama sekali. Apalagi Dinkes, baru yang Ipal saja, selebihnya belum ada koordinasi kepada kami. Sebetulnya kalau bulan sekarang semua selesai, belum telat juga. Tapi kalau sampai bulan depan, ya berat juga karena mengejar waktu," jelasnya.

Yang ditakutkan lanjutnya, justru nanti mengganggu anggaran perubahan yang kemungkinan besar akan dilakukan di bulan oktober.  Jadi, anggaran murni harus diselesaikan terlebih dahulu, baru menggelar anggaran perubahan. Kembali lagi, Edi meminta bagian perencanaan setiap SKPD yang belum selesai, segera menuntaskan program yang sudah ada.

"Anggaran perubahan kan sepertinya di bulan oktober. Yang murni dulu tolong segera bereskan. Memang bisa saja terkejar, asalkan bagian perencanaan secepat mungkin menyelesaikan dan segera ajukan lelang pada kami," terangnya.

Edi menambahkan, perencanaan setiap SKPD dalam pembuatan DED sangat penting. Kalau anggaran tersebut dilelangkan, tinggal membuat dokumen serta kerangka acuan kerja.  Nantinya diinfut pada sistim informasi pengadaan barang dan jasa. Proses itulah yang sedang ditunggu UPBJ saat ini.

"Kami masih menunggu datanya masuk pada sistim kami. Nanti kita akan buat pemaketan dan penugasan pokja. Selama belum masuk ke sistim,  kami belum bisa menugaskan pokjanya dong. Kalau sudah ada, kami kan tinggal lakukan review. Kalau okeh, yang langsung kami lelangkan," tukas Edi. (maman suharman)

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Kata Intani Jawa Barat Kudu Jadi Lumbung Pangan nasional

Senin, 27 September 2021 | 09:20 WIB

Pendaki Hilang di Gunung Guntur Ditemukan

Jumat, 24 September 2021 | 20:43 WIB
X