• Senin, 27 September 2021

Banyak yang Bantu, Kelangkaan Oksigen Jabar Berangsur Terkendali

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 10:50 WIB
Foto: Rianto Nurdiansyah
Foto: Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung- Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersangsur dapat mengendalikan kelangkaan tabung oksigen akibat meningkatnya trend kasus positif Covid-19. Di mana melalui Posko Oksigen Jabar melakukan upaya jemput bola dalam memberikan kebutuhan oksigen di setiap rumah sakit untuk pasien Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ketua Harian Posko Oksigen Jabar Hanif Mantiq, usai menerima bantuan 200 oksigen dari Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat (BI Jabar), di Posko Oksigen Jabar, Rabu (4/8/2021).

Menurut Hanif, Jabar dapat keluar dari kondisi kelangkaan tabung oksigen berkat bantuan dari berbagai pihak. Salah satunya dari BI Jabar dan PT OKI Pulp & Paper Mills (Sinar Mas Group), yang memberikan 85,8 ton oksigen cair dalam empat iso tank yang dilepas pengirimannya, langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

"Kondisinya sudah lumayan sekarang dibanding sebelum-sebelumnya. Sejak kedatangan iso tank dari Sumatera Selatan berpengaruh. Karena dia mengisi ke rumah sakit ke tanki cairnya, dan satunya lagi ke filling station," ujar Hanif.

adapun ketersediaan tabung oksigen di Posko Jabar, Hanif menyampaikan, sebanyak 860 tabung, setelah ada bantuan dari BI Jabar sebanyak 200 tabung oksigen. Dia menyampaikan, sampai saat ini Posko Oksigen Jabar telah mendistribusikan ribuan oksigen ke rumah sakit yang di Jabar melalui posko yang ada di kabupaten/kota.

"Bisa seribu tabung sehari keluar, kita itu total donasi yang sudah kita terima itu itu hampir 3.000 tabung oksigen. Kalau sekarang di posko ada 800 tabung yang lagi dipinjemin itu 2200 tabung," katanya.

Mekanismenya lanjut Hanif, setiap Posko Oksigen Jabar menerima bantuan tabung oksigen, pihaknya membagi bantuan oksigen tersebut dengan adil ke 27 kabupaten/kota. Selanjutnya, posko yang berada di kabupaten/kota mendistribusikan oksigen tersebut ke rumah sakit daerah. Namun, yang menjadi prioritas adalah rumah sakit yang kebutuhan oksigennya habis dalam waktu 6 jam

"Misalnya ada 270 tabung masing-masing daerah diberikan 10 tabung. Lalu kemudian di kota/kabupaten akan membagi alokasi ke rumah sakit yang dianggap kritis. Diprioritaskan yang habis dalam waktu 6 jam," jelasnya.

disingung mengenai permintaan tabung oksigen untuk individual masyarakat, Hanif menjawab bahwa saat ini Posko Oksigen Jabar hanya mendistribusikan untuk membantu kebutuhan oksigen di rumah sakit daerah.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Terkini

Kata Intani Jawa Barat Kudu Jadi Lumbung Pangan nasional

Senin, 27 September 2021 | 09:20 WIB

Pendaki Hilang di Gunung Guntur Ditemukan

Jumat, 24 September 2021 | 20:43 WIB
X