• Jumat, 17 September 2021

Ini Sebab Kabupaten Cirebon PPKM Level 4, Minggu Depan Pasti Turun Lagi

- Rabu, 15 September 2021 | 12:03 WIB
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. (INILAH/Maman Suharman)
Kepala Dinkes Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni. (INILAH/Maman Suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Masuknya Kabupaten Cirebon dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 disebabkan karena laboratorium pemeriksa covid tidak menginput dalam data nasional.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, tidak diinputnya data tersebut dalam data nasional, membuat laporan data kematian dari rumah sakit terlambat dilaporkan secara nasional.

"Hal ini menimbulkan perbedaan data harian dan data dalam new all record (NAR)," kata Enny, Rabu.

Enny Suhaeni menjelaskan, setiap kasus kematian karena Covid-19, semula berstatus konfirmasi positif dan tercatat dalam new all record oleh laboratorium pemeriksa Covid-19.

Baca Juga: Sikap Kami: Nonton di Bioskop Cirebon

Dari status konfirmasi itu, maka akan berakhir pada dua status yaitu sembuh atau meninggal. Harusnya, ketika ada laporan kematian dari rumah sakit maka data kasusnya sudah tercatat dalam new all record.

"Pada kasus yang dialami oleh Pemkab Cirebon ini, banyak laporan kematian dari rumah sakit. Namun ketika dicari dalam data new all record tidak ada. Akhirnya data kematian tidak bisa dilaporkan sebagai kasus meninggal sampai data diinput oleh laboratorium," ungkap Enny.

Menurut Enny Suhaeni, perbedaan data tersebut diketahui, saat pihaknya melakukan verifikasi data kematian periode Januari-Agustus 2021. Dalam verifikasi tersebut, terdapat selisih kematian hingga 378 kasus.

Baca Juga: Ternyata Kabupaten Cirebon dan Purwakarta Masih Masuk PPKM Level 4

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X