• Kamis, 9 Desember 2021

Ini Masalah Lain yang Dihadapi dalam Proyek Penggalian Alun-alun Taman Pataraksa

- Kamis, 16 September 2021 | 11:59 WIB
Alun-alun Taman Pataraksa Cirebon (INILAH/Maman Suharman)
Alun-alun Taman Pataraksa Cirebon (INILAH/Maman Suharman)

INILAH, Cirebon – Proyek pengerukan lahan untuk Alun-alun Taman Pataraksa di Kabupaten Cirebon potensial memicu masalah. Salah satunya genangan.

Dari pengakuan beberapa warga Sumber, kemungkinan besar, kalau galian bisa dikerjakan seluruhnya, dipastikan air akan terus memenuhi lokasi proyek. Masalahnya, di lokasi tersebut banyak tersebar mata air yang tidak bisa diprediksi.

“Saya kecil dan lahir di Kecamatan Sumber. Di sini itu airnya subur sekali. Jadi wajar kalau ketika digali dua meter saja sudah keluar air,” katanya.

Dia menyebutkan ini berlaku hampir di Kecamatan Sumber, terutama di Kelurahan Sumber yang lokasinya berdekatan dengan gedung Pemkab Cirebon.

Persoalan kian menjadi karena penggalian dilakukan ketika hendak masuk musim penghujan. Akibatnya, genangan air dipastikan akan terjadi.

Baca Juga: Taman Pataraksa, Beko Ampun-ampunan Lawan Batu, Terpaksa Turun Mesin

Sejauh ini, proses penggalian lokasi tanah Alun-alun Taman Pataraksa, masih terkendala. Sudah tiga hari ini, beko tidak dioperasikan karena harus turun mesin.

Beberapa pekerja di lokasi proyek senilai Rp11 miliar itu mengakui, beko tidak mampu mengali tanah karena ternyata didominasi material batu.

“Sudah tiga hari ini beko berhenti beroperasi. Bukan karena kemarin hujan, tapi karena harus turun mesin. Kan materialnya didominasi batu,” kata pekerja proyek yang wanti-wanti namanya enggan disebutkan, Kamis.

Sementara pegawai lainnya mengakui, penggalian lokasi proyek yang nantinya diperuntukan untuk basement parkiran, jauh dari target.

Harusnya, tanggal 15 kemarin adalah batas waktu selesainya penggalian. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, maka proses penggalian dihentikan. Saat ini, masih ada sekitar 50 persenan lagi, lokasi yang masih belum bisa digali.

Baca Juga: Berkah di Balik Proyek Taman Patakarsa, Warga Ada yang Dapat Rp200 Ribu Sehari

"Informasinya, penggalian hanya tiga meteran saja dari target empat meter. Kabarnya sih nanti yang akan dinaikan justru bagian atasnya. Kalau ganti mesin beko, khawatir patung yang sudah lama berdiri bisa roboh," ucap sumber ini.

Pantauan di lokasi menyebutkan, lokasi galian masih di bagian barat saja. Itupun di lokasi galian sudah tergenang air. Beberapa mesin pompa yang dipasang, masih tidak mampu menguras seluruh air yang terus menggenang.

Sementara itu, Kabid Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup, Rio, lewat pesan singkat WhatsApp mengakui, mengawasi juga proyek yang berasal dari anggaran provinsi tersebut. Namun, LH hanya sebatas mengawasi kinerja MK saat evaluasi nanti. Justru yang lebih bertanggung jawab dalam proses pekerjaan dan kondisi tekhnis dilapangan, adalah MK.

"Ya kami mengawasi juga mas. Tapi yang lebih tekhnis tanya saja ke MK. Saya nanti yang mengevaluasi kinerja MK," akunya. (maman suharman)

Halaman:

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB
X