• Rabu, 20 Oktober 2021

Destinasi Wisata Bak Simalakama, Aturan Mainnya pun Kebanyakan 'Menggantung'

- Minggu, 19 September 2021 | 23:05 WIB
Peserta Camper Van Indonesia (CVI) menikmati suasana alam pegunungan dalam acara CVI Jabar Ngahiji di Wisata Pasir Datar Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (5/9/2021). CVI Jabar ngahiji menjadi ajang silahaturahmi para pecinta mobil modifikasi dengan jenis Sleper car, Camper van, Moto home, dan Over land sekaligus mempromosikan potensi wisata di Jabar untuk pemulihan ekonomi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/rwa. (ADENG BUSTOMI)
Peserta Camper Van Indonesia (CVI) menikmati suasana alam pegunungan dalam acara CVI Jabar Ngahiji di Wisata Pasir Datar Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu (5/9/2021). CVI Jabar ngahiji menjadi ajang silahaturahmi para pecinta mobil modifikasi dengan jenis Sleper car, Camper van, Moto home, dan Over land sekaligus mempromosikan potensi wisata di Jabar untuk pemulihan ekonomi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/rwa. (ADENG BUSTOMI)

 

INILAHKORAN, Bandung- Ganjil Genap diberlakukan menuju destinasi wisata. Di tengah pandemi, wisata bak simalakama.

Berkisahlah Reno Supra. Hingga kini, sehari The Lodge Maribaya yang dia kelola, hanya dikunjungi 200 orang. Bahkan tiga jam setelah buka, baru 100 pengunjung yang datang.

Padahal, biasanya pengunjung The Lodge di era normal, bisa 2 ribu orang sehari. “Memang perlu waktu untuk kembali ke waktu normal,” kata General Manager Operasional The Lodge Maribaya itu, Minggu 19 September 2021.

The Lodge termasuk satu dari 20 destinasi wisata yang diuji coba Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk dibuka. Tapi, sejauh ini, baru The Lodge Maribaya di kawasan Lembang yang sudah jalan.

“Untuk Bandung Barat, kami hanya membuka satu destinasi wisata yang diuji coba, yakni The Lodge Maribaya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bandung Barat, Heri Pratomo kepada INILAH.

Banyak soal masih menggantung. Sistem barcode Peduli Lindungi,misalnya, masih terkendala. Selain itu, sejumlah destinasi wisata saat ini sedang dalam penataan ulang karena sudah lama tak digunakan.

Baca Juga: Innalillahi, Sekeluarga Tenggelam di Pelabuhanratu, Satu Korban Masih Hilang

“Harus dilihat lagi, apakah itu benar-benar safety atau tidak,” tambahnya.

Halaman:

Editor: Bsafaat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Garut Masih Bergeming di PPKM Level 3

Selasa, 19 Oktober 2021 | 20:00 WIB

BOR Kasus Covid-19 di RS di Garut Tersisa 3,68 Persen

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:30 WIB

Demi Level PPKM Turun, Garut Kebut Vaksinasi Covid-19

Minggu, 17 Oktober 2021 | 16:06 WIB
X