• Kamis, 9 Desember 2021

Terbakar Cemburu, Ibu Tiri Habisi Nyawa Anaknya Pakai Jasa Pembunuh Bayaran

- Kamis, 23 September 2021 | 17:19 WIB
Dua tersangka pembunuh sedang diinterogasi oleh Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif di Indramayu, Jawa Barat, Kamis 23 September 2021. (Antara Foto)
Dua tersangka pembunuh sedang diinterogasi oleh Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif di Indramayu, Jawa Barat, Kamis 23 September 2021. (Antara Foto)

INILAHKORAN, Bandung- Apa yang dilakukan ibu tiri ini sungguh tak berperasaan. Dia berani membunuh anaknya dengan menggunakan jasa pembunuh bayaran.

Jajaran Satreskrim Polres Indramayu, Jawa Barat, menangkap seorang ibu tiri dan pembunuh bayaran yang menghabisi nyawa anaknya yang dilatarbelakangi rasa cemburu.

"Kasus ini bermula adanya penemuan mayat anak laki-laki di Sungai Prawira, Kabupaten Indramayu. Dan setelah diselidiki ternyata korban pembunuhan," kata Kapolres Indramayu AKBP M. Lukman Syarif di Indramayu, Kamis 23 September 2021.

Baca Juga: Bupati Cirebon dan BBWS Cimanuk Cisanggarung Bahas Antisipasi Banjir dan Kekeringan

Lukman mengatakan tersangka yang ditangkap dalam kasus pembunuhan itu ada dua orang, yaitu Saniya Aditiya (20) ibu tiri korban, dan Syaifudin (26) pembunuh bayaran, keduanya merupakan warga Kabupaten Indramayu.

Menurut dia kasus pembunuhan terhadap anak itu bermula dengan ditemukannya mayat korban oleh warga di sungai.

Pada saat ditemukan keadaan korban sudah membusuk, kemudian anggota Polres Indramayu menerima laporan adanya anak yang hilang beberapa hari sebelumnya. "Setelah dilakukan tes DNA dengan ayah kandung korban, ternyata cocok," ungkapnya.

Lukman mengatakan setelah mendapatkan keterangan dari ayah korban, kemudian dilakukan penyelidikan, dan selanjutnya kasus tersebut mulai perlahan terungkap setelah adanya kesaksian dari beberapa orang.

Kemudian lanjut Lukman, dari keterangan para saksi bahwa korban sebelum ditemukan meninggal dunia dibawa seorang laki-laki dengan ciri-ciri berpenampilan anak punk.

 Baca Juga: Warga Garut Diimbau Tidak Terlena dengan Penurunan Pasien Covid-19 Dirawat di RS

"Setelah mendapat informasi tersebut kami langsung mengamankan tersangka (Syaifudin), dan dari pengakuannya memang dia yang membunuh korban dengan cara diceburkan ke dalam sungai," paparnya.

Tersangka Syaifudin mengaku perbuatan yang dilakukannya itu dikarenakan disuruh oleh tersangka Saniya Aditiya (20) yang merupakan ibu tiri korban, dengan diimingi sebuah imbalan.

Lukman menambahkan motif ibu tiri tega melakukan pembunuhan dilatarbelakangi rasa cemburunya, di mana ayah korban lebih sayang ke anak kandungnya.

"Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal 340 atau 338 KUHP tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Bsafaat

Sumber: antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Longsor Majalengka, 15 Rumah Warga Rusak

Kamis, 9 Desember 2021 | 16:53 WIB

Kasus Covid-19 di Garut Terus Turun

Kamis, 9 Desember 2021 | 15:30 WIB

Pemkab Cirebon Terima Bantuan APD Dari BNPB

Kamis, 9 Desember 2021 | 15:15 WIB

MK Yakin ATP Rampung Bulan Ini

Rabu, 8 Desember 2021 | 16:05 WIB

Kasus Aktif Covid-19 di Garut Kembali Turun

Rabu, 8 Desember 2021 | 15:02 WIB

BumDes Subang borong penghargaan bjb Bungah

Selasa, 7 Desember 2021 | 11:52 WIB

Kasus Aktif Covid-19 di Garut Turun Jadi 6

Senin, 6 Desember 2021 | 21:30 WIB

Vaksinasi Lansia di Garut Mencapai 60,6 Persen

Minggu, 5 Desember 2021 | 10:18 WIB
X