• Selasa, 30 November 2021

Hanya Bisa Gigit Jari, Harga Melejit tapi Petani Garam Cirebon Sulit Produksi

- Minggu, 3 Oktober 2021 | 15:17 WIB
 (maman suharman)
(maman suharman)

INILAHKORAN, Cirebon - Kabupaten Cirebon menjadi salah satu penghasil garam terbesar di Jawa Barat. Ratusan ribu ton selama musim kemarau, mampu diproduksi para petani garam di daerah ini. Meski mayoritas, ratusan petani garam masih menggunakan pengolahan secara tradisional.

Namun, agaknya berbeda di musim kemarau tahun sekarang. Jangankan hingga ratusan ribu ton, untuk mencapai ratusan ton garam yang dihasilkan pun realtif sulit. Padahal saat ini harga garam sedang melejit.

Sulitnya memproduksi garam ini telah dirasakan masyarakat petani garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon. Faktor alam menjadi salah satu penyebab petani kesulitan memproduksi garam. Seringnya turun hujan, ataupun air laut pasang membuat mereka kewalahan. Jangankan memproduksi garam, untuk sekadar memenuhi kebutuhan mereka saja benar-benar sulit. Imbasnya, saat ini stok garam hampir langka.

Baca Juga: Satgas Saber Pungli RI Minta Masyarakat Berani Lapor Jika Dirugikan

"Tapi meski harga mahal, kita malah sulit membuat garam. Jadi ya, tetap kurang menghasilkan. Bahkan, banyak juga yang sudah mengelola lahan selama empat bulan sampai sekarang belum bisa panen garam," kata salah seorang petani garam Blok Kalibangka desa setempat, Tohari (46), Minggu 3 Oktober 2021.

Tohari menjelaskan, awal bulan Juni-Agustus 2021 harga garam petani ada pada kisaran Rp400 per kg. Namun, ketika masuk September harga pun naik perlahan menjadi sekitar Rp750 per kg. Kenaikan harga itu akibat salah satunya langkanya pasokan yang menjadi pemicu utama.

"Jika nanti masuk di musim hujan, prediksinya ya bisa di atas Rp1.000 per kg," ungkap pria yang memiliki tiga anak ini.

Baca Juga: 450 Warga 15 Desa di Kabupaten Cirebon Dilatih Literasi Digital

Petani garam lainnya, Leman (42) juga mengeluh. Ia bersama ratusan petani lain mengaku tahun ini kesulitan memproduksi garam. Sebab, lahan yang digarap para petani sering kali terendam air laut sehingga tekstur tanahnya berpengaruh kepada perkembangan produksi garam. Selain itu, pengaruh hujan menjadi salah satu faktor utama.

Halaman:

Editor: donramdhani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB
X