• Selasa, 30 November 2021

Sebelas Pejabat Kabupaten Cirebon Diuji Lagi, Siapa Saja Mereka?

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 14:16 WIB
Hilmy Rivai, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon.
Hilmy Rivai, Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon.
INILAH, Cirebon - Sebanyak 11 pejabat eselon II Pemkab Cirebon akan melakukan uji kompetensi.
 
Mereka adalah dua orang staf ahli, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Kantor Kesbangpol, Kepala Dinas Kelautan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas PTMPTSP, Inpektorat, Direktur RSUD Waled, Kepala Dinas Kesehatan, dan Sekwan.
 
Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon, Hilmy Rivai, Selasa, beberapa nama memang sudah menjabat sebagai kadis lebih dari empat tahun. Sementara yang lainnya juga diwajibkan ikut karena ada penambahan SOTK baru.
 
Kalau hanya mengikutsertakan OPD yang SOTK-nya akan diubah saja, menurutnya, nanti dipastikan kedepan akan susah melakukan rotasi.
 
 
"Semua diwajibkan ikut. Hanya Pak Avip, Kadis Budparpora saja yang tidak bisa karena belum setahun menjabat," ungkap Hilmy.
 
Hilmy juga menyebutkan, tim penguji hasil rekomendasi KASN. Mereka berasal dari UIN Bandung, Unpar, Kepala Inspektorat Kota Cirebon, Asisten II Bidang Pembangunan Kabupaten Cirebon, dan dirinya sendiri sebagai Kepala BKPSDM Kabupaten Cirebon.
 
"Uji kompetensi dilakukan di ruang CT Pemkab Cirebon. Tapi kalau yang sedang dinas luar kota, bisa virtual. Kebetulan memang semuanya juga dilakukan secara virtual," ujarnya.
 
 
Sementara yang diujikan tidak saja sesi tanya jawab, tapi lebih kepada kompetensi teknis, kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultur.
 
Di samping itu, ada penggalian minat peserta, misalnya nanti dia minat di SKPD apa. Namun, ada juga penilaian dari kawan sejawat, semisal staf ahli diminta menilai Kadinkes terkait kinerjanya selama ini, begitupun sebaliknya.
 
"Kami nanti bisa melihat, kompetensi mereka sampai sejauh mana. Ini sangat diperlukan karena kami ingin punya pejabat yang berkualitas," jelas Hilmy.
 
 
Hilmy berharap, sebelum 10 Oktober ini, sudah ada hasil dan sudah dilantik berbarengan dengan pengukuhan SOTK baru. Itu harus dilakukan secepatnya karena semuanya berkaitan dengan penyerapan anggaran. Namun dirinya menyerahkan cepat tidaknya proses tersebut kepada keputusan pusat
 
"Yang paling lama kan menunggu keputusan Kemendagri, KASN dan Provinsi. Saya sih berharap bulan ini sudah bisa dilantik supaya kedepannya semua program berjalan dengan lancar," tukasnya. (maman suharman)

Editor: Zulfirman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Risih, Ratusan Ribu Lembing Batu Serang Warga Cirebon

Kamis, 25 November 2021 | 16:10 WIB
X